Vendor Ponsel Android Wajib Rilis Update selama 2 Tahun

Kompas.com - 26/10/2018, 18:07 WIB
Patung robot hijau berisi Jelly Bean ini berdiri tegak di salah satu bagian Android Lawn di kantor Google Wicaksono Surya Hidayat/KOMPAS.comPatung robot hijau berisi Jelly Bean ini berdiri tegak di salah satu bagian Android Lawn di kantor Google

KOMPAS.com - Google setiap bulannya meluncurkan pembaruan OS Android ke pengguna dan pembuat smartphone (OEM) secara berkala. Vendor pembuat ponsel dengan OS Android, akan diwajibkan oleh Google untuk memastikan ponselnya tetap mendapatkan pembaruan keamanan selama 2 tahun ke depan lewat sebuah kontrak.

Dilansir dari The Verge, situs tersebut mendapatkan kontrak dari Google yang akan diberikan kepada OEM, tentang jumlah minimum pembaruan keamanan Android yang wajib dirilis oleh setiap OEM.

Kontrak tersebut secara khusus menyatakan bahwa OEM harus memberikan sekurang-kurangnya empat update keamanan dalam satu tahun peluncuran ponsel.

Pembaruan keamanan juga dimandatkan dalam tahun kedua, meskipun tanpa jumlah rilis minimum, yang artinya 1 pembaruan pun cukup dalam setahun.

Perjanjian itu berlaku untuk perangkat Android apa pun yang diluncurkan setelah 31 Januari 2018, yang telah diaktivasi oleh 100.000 pengguna.

Baca juga: Banyak Vendor Android yang Bohong soal Update Keamanan

Dengan kata lain, model ponsel yang menjadi 'target pembaruan' kontrak baru ini adalah model yang banyak diminati di pasaran.

Dokumen juga menyebutkan bahwa OEM, yang telah memiliki jumlah aktivasi pada model ponsel tertentu, harus memperbaiki bugs atau error yang teridentifikasi oleh Google dalam jangka waktu tertentu, tidak lewat dari 90 hari sejak pembaruan sebelumnya.

Jika lewat dari hari tersebut, Google mungkin akan mempersulit OEM yang melanggar dengan menahan persetujuan perijinan rilis OS Android pada ponsel bikinan lanjutan OEM itu di masa depan.

Belum diketahui OEM mana saja yang telah atau akan menandatangani perjanjian baru ini.

Kendati demikian, Google melakukan ini untuk mendisiplinkan para OEM agar rajin memperbaharui sistem keamanan ponsel besutannya dengan pembaruan dari Google untuk mencegah isu keamanan seperti kebobolan privasi atau peretasan.

Sebelumnya, David Kleidermacher, Kepala divisi keamanan Android, pada acara Google I/O 2018, menyatakan bahwa pihaknya akan membuat ketentuan agar para OEM memberikan pembaruan secara berkala pada smarthpone bikinannya.

Namun, David sendiri tidak memberikan detail apa pun tentang ponsel apa saja, atau berapa pembaruan yang diwajibkan, dan berapa lama OEM harus menerapkan pembaruan, seperti dihimpun KompasTekno dari The Verge, Jumat (26/10/2018).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber The Verge
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X