Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/01/2019, 09:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Peredaran smartphone non-resmi atau kerap diistilahkan “black market” (BM) masih menjadi isu yang tak kunjung berkesudahan. Hal ini meresahkan pemerintah, sebab transaksi jual-beli tersebut tak berkontribusi ke pendapatan negara.

Di sisi lain, pengguna pun dirugikan karena jaminan garansi yang tak jelas jika terjadi kerusakan purnajual (after sales). Apalagi, beberapa vendor smartphone tak lagi menerima perbaikan smartphone non-resmi di pusat servis (service center) mereka.

Misalnya saja pabrikan China Xiaomi. Sejak September 2018, Xiaomi bersikap tegas tak menerima perbaikan smartphone rusak untuk produk-produknya yang tak dilabeli stiker “TAM” sebagai distributor resmi.

“Pusat servis resmi Xiaomi tidak lagi menerima perbaikan unit tidak resmi. Kami secara konsisten menghimbau pengguna kami untuk hanya membeli produk resmi karena berbagai alasan, termasuk layanan prioritas untuk software and hardware,” kata Country Manager Xiaomi Indonesia, Steven Shi, kepada KompasTekno, Jumat (11/1/2019).

Menurut dia, pengalaman pengguna merupakan hal utama bagi Xiaomi. Produsen yang kerap merilis produk murah dengan spesifikasi tinggi itu mengklaim telah bekerja sama dengan pemerintah, mitra lokal, dan stakeholders lainnya untuk mendorong pembelian produk resmi Xiaomi.

“Memerangi pasar gelap adalah upaya bersama. Bekerja sama dengan pemerintah merupakan hal yang penting bagi keberhasilan pemberantasan pasar gelap secara keseluruhan,” ia berujar.

Baca juga: Cara Bedakan Smartphone Resmi dan BM Sebelum Membeli

Penerapan sistem validasi IMEI

Setiap tahunnya, kerugian negara akibat peredaran smartphone black market diestimasikan mencapai Rp 1 triliun. Pada awal 2018, pemerintah mulai mencanangkan kebijakan validasi IMEI (International Mobile Equipment Identity) untuk memerangi fenomena ini.

Sistem validasi IMEI memungkinkan pelacakan status sebuah ponsel di Tanah Air, apakah dijual secara resmi atau tidak. Apabila tidak terdaftar dalam sistem validasi, maka dipastikan bahwa perangkat tersebut ilegal dan tak bisa digunakan di Indonesia.

Baca juga: Persiapan Kominfo Jelang Penerapan Pemblokiran Ponsel BM

Kebijakan ini masih terus digodok oleh tiga kementerian, yakni Kementerian Perindustriak (Kemenperin), Kementerian Komunikas dan Informatika (Kominfo), serta Kementerian Perdagangan (Kemendag). Implementasinya ditargetkan mulai tahun ini, namun belum ada kepastian tanggalnya. Kita tunggu saja.

Untuk melihat seperti apa kerugian bagi pengguna jika memutuskan membeli ponsel black market, berikut ilustrasinya melalui sebuah video.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Instagram Tidak Bisa Buka Link, Begini Cara Mengatasinya

Instagram Tidak Bisa Buka Link, Begini Cara Mengatasinya

Internet
Diumumkan Hari ini, Begini Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi Petugas Media Center Haji 2023

Diumumkan Hari ini, Begini Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi Petugas Media Center Haji 2023

e-Business
Spesifikasi dan Harga Oppo Pad Air di Indonesia

Spesifikasi dan Harga Oppo Pad Air di Indonesia

Gadget
Spesifikasi dan Harga Xiaomi Redmi Note 12, 12 Pro, dan 12 Pro Plus, Segera Masuk Indonesia?

Spesifikasi dan Harga Xiaomi Redmi Note 12, 12 Pro, dan 12 Pro Plus, Segera Masuk Indonesia?

Gadget
Cara Sembunyikan Aplikasi di HP Xiaomi agar Tak Diakses Orang Lain

Cara Sembunyikan Aplikasi di HP Xiaomi agar Tak Diakses Orang Lain

Software
Arti Kata “People Pleaser” yang Ramai Digunakan di Medsos

Arti Kata “People Pleaser” yang Ramai Digunakan di Medsos

Internet
Tanda-tanda Toko Fisik Apple Store Segera Hadir di Malaysia

Tanda-tanda Toko Fisik Apple Store Segera Hadir di Malaysia

e-Business
Apple Rilis Kode Penting Lisa, Komputer Pertama Apple yang Meluncur 40 Tahun Lalu

Apple Rilis Kode Penting Lisa, Komputer Pertama Apple yang Meluncur 40 Tahun Lalu

Gadget
Pre-order Samsung Galaxy S23 di Indonesia Dibuka 2 Februari

Pre-order Samsung Galaxy S23 di Indonesia Dibuka 2 Februari

Gadget
[POPULER TEKNO] Pendiri Google Turun Gunung Lawan ChatGPT | Ada Jamur Cordyceps Saat 'Googling' Serial 'The Last of Us' | Curhatan Mantan Karyawan Google yang Viral di TikTok

[POPULER TEKNO] Pendiri Google Turun Gunung Lawan ChatGPT | Ada Jamur Cordyceps Saat "Googling" Serial "The Last of Us" | Curhatan Mantan Karyawan Google yang Viral di TikTok

Internet
Jamur Cordyceps Tumbuh di Layar Saat 'Googling' Serial The Last of Us

Jamur Cordyceps Tumbuh di Layar Saat "Googling" Serial The Last of Us

Internet
Ini Hasil Foto Kamera Utama Oppo Reno 8T 4G dan Reno 8T 5G dengan Mode 'High-Res'

Ini Hasil Foto Kamera Utama Oppo Reno 8T 4G dan Reno 8T 5G dengan Mode "High-Res"

Gadget
VIDEO: Cara Mudah Memperbesar Ukuran File PDF

VIDEO: Cara Mudah Memperbesar Ukuran File PDF

Software
Kirim Foto via WhatsApp Android Tidak Akan Pecah Lagi?

Kirim Foto via WhatsApp Android Tidak Akan Pecah Lagi?

Software
Sejarah Canva, Situs Desain Grafis Online yang Kini Populer

Sejarah Canva, Situs Desain Grafis Online yang Kini Populer

Internet
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.