Kompas.com - 01/02/2019, 11:43 WIB
Ilustrasi pengguna ponsel. Getty ImagesIlustrasi pengguna ponsel.

KOMPAS.com - Firma analis IDC dengan lantang menyebut 2018 sebagai “tahun terburuk untuk industri smartphone”. Bagaimana tidak, penjualan smartphone global turun 4,1 persen pada 2018 lalu, dibandingkan pada 2017.

Hanya 1.404 juta unit smartphone yang beredar di pasaran selama setahun belakangan. Padahal, sepanjang 2017, pengapalan smartphone mencapai 1.465 juta unit.

Samsung dan Apple sebagai “raja smartphone” mencatat rapor minus, masing-masing pengapalannya turun 8 persen dan 3,2 persen. Ini sekaligus menandai kali pertama bisnis smartphone Apple menciut, setelah lebih dari satu dekade beroperasi.

“Di luar pertumbuhan yang signifikan di beberapa negara seperti India, Indonesia, Korea, dan Vietnam, kami tak melihat ada aktivitas positif sepanjang 2018,” kata analis IDC, Ryan Reith.

Baca juga: Samsung dan Apple Loyo Sepanjang 2018, Huawei Laris

“Secara global, pasar smartphone saat ini sedang kacau,” ia menambahkan, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Jumat (1/2/2019), dari Mashable.

Apa sebabnya?

Lantas, apa yang menyebabkan kondisi industri smartphone lesu? Menurut IDC, masyarakat sepanjang 2018 cenderung menahan diri untuk membeli smartphone baru.

Hal ini tak lepas dari harga smartphone yang semakin mahal, misalnya saja Apple yang tak ragu mematok harga iPhone tembus 1.000 dollar AS (Rp 14 jutaan).

Faktor lainnya adalah situasi ekonomi yang tak tentu, terutama di China yang sedang bersitegang dengan Amerika Serikat. Kondisi di China sangat berpengaruh, mengingat populasinya paling tinggi.

Baca juga: Serangan Baru Pemerintah AS kepada Huawei

Sebanyak 30 persen konsumsi smartphone di seluruh dunia berasal dari China. Sepanjang 2018, penjualan smartphone di Negeri Tirai Bambu itu turun 10 persen.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber MASHABLE
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.