Huawei Sarankan Indonesia Pakai Frekuensi Rendah untuk 5G

Kompas.com - 01/04/2019, 11:47 WIB
Ilustrasi 5G SHUTTERSTOCKIlustrasi 5G

Huawei telah menginvestasikan 2 milliar dollar AS sejak tahun 2009 untuk mengembangkan teknologi 5G yang berkutat pada arsitektur jairngan, penggunaan spektrum, teknologi antarmuka udara, purwarupa, dan sebagainya.

Mereka juga telah menjalin kerja sama dengan beberapa operator global untuk merealisasikan 5G, seperti China Mobile, Vodafone, XL Axiata, SingTel, Deutsche Telekom, Etisalat, Telefónica, TeliaSonera, and SoftBank.

Dari segi produk, Huawei juga telah meluncurkan Huawei Mate X yang didukung chip modem 5G Balong 5000 bikinan Huawei sendiri. 

Baca juga: Huawei Mate X Meluncur, Ponsel Layar Lipat 5G Pesaing Galaxy Fold

Balong 5000 tersebut diklaim sebagai chip modem pertama yang mampu meraih benchmark industri tertinggi untuk kecepatan unduhan di jaringan 5G dengan kecepatan 4,6 Gbps di frekuensi Sub-6GHz.

Huawei juga berinvestasi dalam pengembangan 5G di beberapa negara dan telah melakukan uji coba, seperti di China, Singapura, Malaysia, Italia, Monaco, dan Jerman.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X