Kompas.com - 03/04/2019, 11:20 WIB

KOMPAS.com - Blokir Amerika Serikat terhadap segala jenis produk Huawe membuat vendor asal China itu geram. Salah satu petinggi Huawei, Guo Ping yang menjabat Deputy Chairman of the Board and Rotating Chairman, rupanya juga ikut kesal. 

Belakangan Ping melontarkan pernyataan keras dengan menuding AS tidak mampu bersaing, sehingga harus menjelek-jelekan Huawei dengan tuduhan menjalankan aktivitas mata-mata untuk China. 

"Pemerintah AS punya tabiat pengecut. Mereka menjelekkan Huawei karena tidak mampu bersaing melawan kami," umbarnya di depan awak media dalan sebuah konferensi yang berlangsung di markas Huawei di Shenzen, China.

Baca juga: Trump Teken Larangan Penggunaan Huawei dan ZTE

AS diketahui telah memblokir seluruh produk teknologi bikinan Huawei negaranya. Mulai perangkat infrastruktur jaringan hingga ponsel terkini Huawei pun tak bisa masuk ke Negeri Paman Sam. 

Pemerintah AS mencurigai adanya niatan China menggunakan perangkat-perangkat bikinan Huawei untuk memata-matai negara lain.

Huawei berulang kali menyanggah kecurigaan ini. Huawei pun menggugat undang-undang yang ditandatangani Presiden Donald Trump, yang melarang beberapa institusi AS untuk membeli dan menggunakan produk Huawei.

Huawei menyebut pelarangan tersebut tidaklah konstitusional. Ping tak memungkiri bahwa pemblokiran Huawei di AS menimbulkan masalah di beberapa hal.

Namun, bagi konsumen, menurut Ping, seharusnya mereka sendiri yang akan menentukan, apakah akan menggunakan produk Huawei atau tidak.

Baca juga: Dituduh Jadi Mata-mata China, CEO Huawei Angkat Bicara

"Negara-negara yang bekerja sama dengan Huawei akan mendulang keuntungan di era ekonomi digital yang akan datang," sebut Ping, sebagaimana KompasTekno rangkum dari CNBC, Rabu (3/4/2019).

Kendati demikian, masih banyak ahli yang meragukan keamanan peralatan Huawei. Hal ini lantaran hukum di China yang mengharuskan perusahaan domestik memberikan data intelijen ke pemerintah jika diminta oleh Beijing. 

Baru-baru ini, Inggris mengungkap adanya risiko kemanan dari software Huawei terhadap perangkat jaringan, tapi belum melakukan blokir terhadap perusahaan China tersebut. Jerman dan Italia sejauh ini juga tidak melarang penggunaan perangkat Huawei. 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber CNBC


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.