Mark Zuckerberg Diminta Mundur dari Jabatan CEO Facebook

Kompas.com - 23/05/2019, 03:10 WIB
Mark Zuckerberg memberikan sambutan dalam upacara wisuda ke-366 Universitas Harvard pada Kamis (25/5/2017).Paul Marotta / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP Mark Zuckerberg memberikan sambutan dalam upacara wisuda ke-366 Universitas Harvard pada Kamis (25/5/2017).

KOMPAS.com - Mantan kepala keamanan Facebook, Alex Stamos mengatakan Mark Zuckerberg seharusnya mundur dari jabatan CEO Facebook Inc. Sebab, menurut dia, kekuasaan yang dipegang Zuckerberg terlalu besar.

"Ada argumen yang kuat bahwa kekuasaannya (Zuckerberg) terlalu kuat," jelas Stamos di salah satu acara koneferensi di Toronto, Kanada.

"Dia harus mundur dari kekuasaan itu. Jika saya adalah dirinya, saya akan merekrut CEO baru untuk perusahaan," imbuh Stamos yang hengkang dari Facebook tahun 2018 lalu.

Baca juga: Ingkar Janji Mark Zuckerberg kepada WhatsApp, Instagram, dan Messenger

Dengan CEO baru yang menggantikan Zuckerberg, Stamos mengatakan sang bos besar bisa mengalihkan fokusnya untuk membuat produk baru.

"Produk menjadi rencana Zuckerberg. Dia bisa merekrut CEO yang bisa membantunya mengontrol masalah internal dan eksternal, di mana budayanya sudah berubah," lanjut Stamos, dihimpun KompasTekno dari Cnet, Kamis (23/5/2019).

Facebook memang goyah seiring terpaan isu keamanan data pengguna yang menyerang perusahaan bernuansa biru ini sejak tahun 2018 lalu. Stamos pun sempat memegang peran penting saat Facebook diintervensi Rusia di pemilu AS tahun 2016 lalu.

Alex Stamos, mantan kepala keamanan FacebookWikipedia Alex Stamos, mantan kepala keamanan Facebook
Dia juga memiliki reputasi yang baik untuk menghadapi pimpinan perusahaan lain dalam menghadapi masalah privasi.

Selain masalah keamanan data pribadi, Facebook juga sempat diminta untuk memecah kerajaan media sosialnya karena dinilai memonopoli pasar. Salah satu kritik tersebut disampaikan oleh co-founder Facebook, Chris Hughes.

Baca juga: Pendiri Sebut Facebook Harus Dipecah, Ini Tanggapan Zuckerberg

Dalam hal ini Stamos tak sependapat karena merasa usulan itu bukan solusi untuk isu-isu yang marak di Facebook seperti disinformasi atau manipulasi sistem targeting iklan untuk keperluan kampanye politik.

"Apabila jadi tiga perusahaan dengan masalah-masalah fundamental yang sama, maka keadaan tidak akan menjadi lebih baik," ujar Stamos.




Close Ads X