Pasca-gempa Maluku Utara, Layanan Telkomsel Kembali Normal

Kompas.com - 15/07/2019, 14:05 WIB
Petugas BMKG memantau perkembangan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,2 yang mengguncang wilayah Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, di kantor Stasiun Geofisika Kelas I Karang Panjang, Ambon, Maluku, Minggu (14/7/2019). Gempa bumi tektonik tersebut terjadi pukul 18.10.51 WIT. Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa bumi berlokasi di darat pada jarak 63 km arah timur Kota Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara pada kedalaman 10 km.ANTARA FOTO/IZAAC MULYAWAN Petugas BMKG memantau perkembangan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,2 yang mengguncang wilayah Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, di kantor Stasiun Geofisika Kelas I Karang Panjang, Ambon, Maluku, Minggu (14/7/2019). Gempa bumi tektonik tersebut terjadi pukul 18.10.51 WIT. Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa bumi berlokasi di darat pada jarak 63 km arah timur Kota Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara pada kedalaman 10 km.

KOMPAS.com - Gempa bumi dengan magnitudo 7,2 mengguncang Kabulaten Halmahera Selatan, Maluku Utara pada Minggu (14/7/2019) pukul 16.10 WIB.

Guncangan ini juga dirasakan warga Kota Ternate. Terkait hal ini, Telkomsel mengklaim bahwa layanannya tetap berjalan normal.

"Masyarakat di Ternate dan Kabupaten Halmahera Selatan tetap dapat menikmati layanan Telkomsel secara normal baik layanan Voice, SMS, maupun layanan data," jelas Samuel Pasaribu, Vice President ICT Network Management Area Pamasuka Telkomsel.

Dilanjutkan Samuel, normalnya layanan dikarenakan tidak ada gangguan yang bersifat masif akibat gempa besar ini.

Baca juga: Cerita Pilot Batik Air yang Takeoff Saat Gempa Palu, Sebelum Tower Roboh

Telkomsel mengakui memang ada sebagian kecil layanan base tranceiver station (BTS) miliknya yang sempat mengalami gangguan. Namun layanan sudah kembali normal setelah seluruh pasokan listrik dari PLN kembali pulih.

"Telkomsel juga telah langsung mengambil langkah cepat dengan mensiagakan dan memaksimalkan perangkat Mobile Backup Power (MBP) sebagai langkah antisipasi ke depan di sejumlah titik yang terdampak bencana," imbuh Samuel dalam keterangan resmi yang diterima KompasTekno, Senin (15/7/2019).

Gempa yang berpusat pada titik 0,59 LS, 128,06 BT atau 62 kilometer timur laut Kota Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, dirasakan sekitar 2 hingga 5 detik. Akibatnya, tercatatat setidaknya 160 bangunan rumah mengalami kerusakan.

Hingga Senin pagi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap adanya 61 kali aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo 5,8, hingga terkecil magnitudo 3,1. Sebanyak 28 gempa di antaranya dirasakan masyarakat.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X