Kompas.com - 19/07/2019, 13:12 WIB
Ilustrasi malware di Android. IstIlustrasi malware di Android.
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Perusahaan antivirus Avast baru-baru ini menemukan ada tujuh aplikasi jahat yang sempat beredar di Play Store dan mencari korban dari kalangan pengguna Android.

Menurut hasil penelitian Avast, ketujuh aplikasi tersebut masuk dalam kategori "penguntit" alias stalkerware. Program jahat jenis ini bisa melacak dan mengintip informasi sensitif dari ponsel milik pengguna, seperti data lokasi, daftar kontak, isi SMS, dan riwayat panggilan.

Bahkan, apabila ponsel di-root, tujuh aplikasi yang sama-sama berasal dari satu developer asal Rusia itu juga bisa mencegat pesan yang dikirim lewat WhatApp. Data pribadi dari ponsel dikirimkan ke pembuat aplikasi via e-mail.

Baca juga: "Agen Smith" Menyamar Bawa Aplikasi Palsu di 25 Juta Ponsel Android

Untungnya, pihak Avast melaporkan hasil temuannya ke Google yang kemudian menghapus ketujuh aplikasi terkait. Sebanyak empat aplikasi dihapus Google pada Selasa pekan ini, kemudian sisanya dihapus pada hari Rabu.

"Aplikasi ini mempromosikan perilaku kriminal dan dapat disalahgunakan. Kami dapat mengindentifikasi aplikasi semacam ini dengan cepat dan bekerja sama dengan Google untuk menghapusnya," ungkap Nikolaos Chrysaidos, Kepala Keamanan Mobile Avas

Nama ketujuh aplikasi tersebut adalah sebagai berikut:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Track Employees Check Work Phone Online Spy Free
Spy Kids Tracker
Phone Cell Tracker
Mobile Tracking
Spy Tracker
SMS Tracker
Employee Work Spy

Aplikasi-aplikasi stalkerware di atas sempat diunduh sebanyak 130.000 kali sebelum akhirnya dihapus oleh Google.

Dirangkum KompasTekno dari 9to5 Google,  Jumat (19/7/2019), pengguna Android yang sempat mengunduh salah satunya disarankan untuk melakukan factory reset.

Baca juga: China Mata-matai Turis Asing Lewat Ponsel yang Dibawa

Sebab, begitu terpasang, aplikasi secara otomatis akan menyembunyikan aktivitas mata-matanya dari pandangan pengguna. Bahkan, pengguna bisa dibuat tidak tahu apabila aplikasi sedang berjalan.

Karena itulah, cara yang paling memungkinkan untuk mengenyahkan mereka adalah dengan menghapus total memori perangkat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber 9to5Google
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.