Indosat Jual 3.100 Menara BTS ke Mitratel dan Protelindo

Kompas.com - 15/10/2019, 10:54 WIB
Director & Chief Operating Officer Indosat Ooredoo, Vikram Sinha (paling kiri) saat berjabat tangan dengan President Director Sarana Menara Nusantara and Protelindo, Ferdinandus Aming Santoso (paling kanan), yang disaksikan oleh President Director & Chief Executive Officer Indosat Ooredoo, Ahmad Al Neama (dua dari kanan) dan Chief Strategy & Experience Officer Indosat Ooredoo, Thomas Chevanne (dua dari kiri) saat penandatanganan perjanjian jual beli menara di Kantor Pusat Indosat Ooredoo, Jakarta (14/10). Dok Indosat (budiwid)Director & Chief Operating Officer Indosat Ooredoo, Vikram Sinha (paling kiri) saat berjabat tangan dengan President Director Sarana Menara Nusantara and Protelindo, Ferdinandus Aming Santoso (paling kanan), yang disaksikan oleh President Director & Chief Executive Officer Indosat Ooredoo, Ahmad Al Neama (dua dari kanan) dan Chief Strategy & Experience Officer Indosat Ooredoo, Thomas Chevanne (dua dari kiri) saat penandatanganan perjanjian jual beli menara di Kantor Pusat Indosat Ooredoo, Jakarta (14/10).

JAKARTA, KOMPAS.com - Operator seluler Indosat Ooredoo mengumumkan penandatanganan perjanjian jual-beli (Sales and Purchase Agreement/SPA) dengan PT Daya mitra Telekomunikasi (Mitratel) dan PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo).

Keduanya ditetapkan sebagai pemenang tender penjualan 3.100 menara telekomunikasi milik Indosat Ooredoo. Acara penandatanganan digelar di kantor pusat Indosat Ooredoo di Jakarta pada Selasa (15/10/2019).

Dalam keterangan resmi yang diterima KompasTekno, Mitratel memenangkan 2.100 menara, sementara Protelindo memenangkan 1.000 menara. Total nilai transaksinya adalah Rp 6,39 triliun.

Pembayaran transaksi akan dilakukan seluruhnya dalam bentuk tunai saat penyelesaian transaksi yang rencananya akan rampung akhir tahun ini.

Baca juga: Indosat Rilis Paket Freedom Internet Tanpa Batasan Jam

Namun, proses penyelesaian transaksi akan bergantung pada syarat penutupan pada umumnya transaksi dan persetujuan dari pemenang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang dilakukan pada 21 November 2019.

Selanjutnya, perusahaan bernuansa kuning itu akan menyewa kembali menara-menara tersebut selama 10 tahun dari masing-masing pembeli, bersamaan dengan penyelesaian transaksi tersebut.

"Transaksi ini memungkinkan Indosat Ooredoo untuk mempercepat pelaksanaan strategi kami, dan terutama untuk terus meningkatkan pengalaman terbaik bagi pelanggan kami," ujar President Director & CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al Neama.

Direktur Utama Mitratel, Herlan Wijanarko mengatakan, industri menara masih akan tumbuh seiring perkembangan teknologi dan layanan seluler.

"Akuisisi 2.100 menara Indosat Ooredoo ini akan memperkuat fundamental bisnis dan menciptakan nilai tambah bagi Mitratel secara signifikan, sekaligus sejalan dengan rencana jangka panjang Perseroan," kata Herlan.

Sementara Direktur Utama & CEO Protelindo, Ferdinandus Aming Santoso mengatakan pihaknya semakin yakin transaksi ini akan memperkuat kemitraan strategis jangka panjang dengan Indosat Ooredoo.

Baca juga: Punya CEO Baru, Indosat Fokus Perluas Jaringan 4G

"Penambahan 1.000 tower dan kurang lebih 1.850 tenant akan semakin memperkuat posisi kami sebagai penyedia menara telekomunikasi terbesar di Indonesia dengan jumlah tower hampir 20.000 dan jumlah tenant lebih dari 32.000," jelas Ferdinandus.

Dalam transaksi ini, J.P Morgan bertindak sebagai penasihat keuangan eksklusif Indosat Ooredoo. Sementara Redpeak Advisers bertindak selaku penasihat keuangan Protelindo, dan Credit Suisse bertindak selaku penasihat keuangan Mitratel.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X