CEO GoJek Bicara soal Tantangan dan Strategi Setelah Ditinggal Nadiem

Kompas.com - 31/10/2019, 13:06 WIB
Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo ditunjuk sebagai co-CEO baru GoJek menggantikan Nadiem Makarim. GoJekKevin Aluwi dan Andre Soelistyo ditunjuk sebagai co-CEO baru GoJek menggantikan Nadiem Makarim.

Tidak hanya di dalam negeri. Duo CEO ini juga harus menghadapi masalah di negara ekspansi mereka, utamanya di Vietnam. Baru-baru ini, Go-Viet - nama Gojek di Vietnam - barus aja kehilangan CEO nya, yakni Le Diep Kieu Trangn atau Christy Le.

Christy mundur tepat lima bulan setelah menjadi CEO Go-Viet karena alasan pribadi. Sebelumnya, CEO dan CTO Go Viet juga mengundurkan diri. Menanggapi hal ini, Andre mengatakan Go-Viet hanya belum menemukan orang yang tepat.

Baca juga: Bagaimana Nasib GoJek Setelah Ditinggal Nadiem Makarim?

"Di Vietnam, sangat disayangkan kami harus mengubah kepemimpinan lagi. Ada dua hal yang perlu diingat di sini. Pertama, tidak mudah menemukan orang yang tepat dan model yang tepat," jelas Andre.

Ekspansi bisnis bukan sesuatu yang mudah. Hal ini diamini oleh Andre dan Kevin. Mereka mengatakan, selama melakukan ekspansi bisnis ke luar negeri, salah satu hal yang mereka pelajari adalah dibutuhkannya strategi jangka panjang.

Ekspansi bisnis ke pasar internasional diakuinya sebagai pelajaran baru. Kendati demikian, Gojek masih akan terus mempelajari hal tersebut, karena sebelumnya mereka fokus di pasar lokal saja.

"Sejujurnya tidak ada hal besar yang menyebabkan perubahan kepemimpinan di Vietnam dan kami masih meningkatkan koordinasi dan menciptakan struktur organisasi untuk pasar internasional," imbuhnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gojek juga berencana meluncurkan layanan pesan antar makanan di Singapura. Selama ini, layanan Gojek di Singapura hanya terbatas untuk Go-Car saja. Kevin mengatakan, di Singapura sudah ada lima pemain yang bersaing menawarkan diskon 30-40 persen.

"Itu artinya, hal yang bisa lakukan adalah menawarkan diskon hingga 50 persen yang sebenarnya bukan cara yang ingin kami kejar dari persepktif bisnis jangka panjang," jelasnya, dirangkum KompasTekno dari KrAsia, Kamis (31/20/2019).

Baca juga: Alasan GoJek Tunjuk Dua CEO Pengganti Nadiem Makarim

Gopay juga direncanakan akan merambah ke negara lain, namun keduanya masih irit bicara soal itu. Menurut Andre, layanan pembayaran butuh lisensi. Ia ingin ketika nantinya beroperasi, Gojek tetap mematuhi aturan yang ada.

Meski banyak tantangan yang dihadapi di pasar internasional, Gojek tidak kapok. Kevin dan Andre malah berencana menambah daftar negara baru untuk menempatkan layanan Gojek dalam beberapa tahun ke depan.

Pengguna internasional Gojek saat ini tercatat 20 persen dari total basis pengguna Gojek secara keseluruhan. Gojek berencana meningkatnya hingga angka 50 persen.

Halaman:


Sumber KrAsia
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X