TechTrip Kompas.com x Vivo, Merasakan Belanja Serba "Cashless" di Singapura

Kompas.com - 03/11/2019, 15:32 WIB
Pintu masuk toko swalayan Habitat di Singapura KOMPAS.com/ OIK YUSUFPintu masuk toko swalayan Habitat di Singapura
Penulis Oik Yusuf
|

SINGAPURA, KOMPAS.com - Di pasar swalayan pembeli biasanya memang melayani diri sendiri dengan memasukkan barang ke dalam troli, untuk kemudian melakukan pembayaran di kasir.

Namun, konsep swalayan Habitat di Singapura yang didirikan oleh jasa pengiriman layanan dan belanjaan Honest Bee ini lebih canggih karena serba otomatis dan mengandalkan aplikasi.

Sebagai bagian dari rangkaian perjalanan TechTrip KompasTekno dan Vivo Indonesia ke Singapura, pada Sabtu (2/11/2019), para peserta diajak mengunjungi supermarket Habitat di daerah Pasir Panjang.

Kunjungan dilakukan untuk mendapatkan pengalaman belanja serba modern dan otomatis dari swalayan cashless pertama di Negeri Singa tersebut.

Sebelum masuk, pengunjung diharuskan mengunduh aplikasi Honest Bee terlebih dahulu. Aplikasi secara otomatis akan menampilkan QR code di layar ponsel, apabila mendeteksi pengguna sedang berada di dekat lokasi Habitat.

Baca juga: Pemenang Lomba Foto TechTrip KompasTekno Jalan-jalan ke Singapura

QR code ini dipindai ke mesin di pintu masuk untuk membuka gerbang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

QR code dari aplikasi Honest Bee yang digunakan sebagai tiket masuk ke swalayan Habitat.KOMPAS.com/ OIK YUSUF QR code dari aplikasi Honest Bee yang digunakan sebagai tiket masuk ke swalayan Habitat.
Untuk melakukan pembelian, pengunjung mesti mendaftarkan kartu kredit atau kartu debit di aplikasi Honest Bee. Setelahnya, cukup pindai barcode di kemasan barang yang akan dibeli dengan aplikasi.

Barang pun akan dimasukkan ke “keranjang belanja” virtual di dalam aplikasi. Selanjutnya pengguna tinggal melakukan konfirmasi untuk membayar barang-barang yang akan dibeli.

Belanjaan yang sidah dibayar pun bisa langsung dibawa ke luar swalayan. Di pintu keluar ada mesin pemindai QR code lagi untuk membuka gerbang. Jika belanjaan belum dibayar, maka gerbang tidak akan dibuka.

Para peserta TechTrip awalnya kebingungan saat ingin berbelanja, karena konsepnya yang serba aplikasi dan belum pernah ditemui di Indonesia.

Namun, setelah mendapat penjelasan mengenai caranya dari staf Habitat, mereka pun langsung sibuk belanja.

Para peserta TechTrip KompasTekno mencoba melakukan pembelian barang di swalayan Habitat melalui aplikasi Honest BeeKOMPAS.com/ OIK YUSUF Para peserta TechTrip KompasTekno mencoba melakukan pembelian barang di swalayan Habitat melalui aplikasi Honest Bee

“Kalau kesulitan sih hanya saat pertama pasang aplikasinya saja. Setelah itu lancar,” ujar salah seorang peserta, Kristanto Nugroho.

Bisa lewat aplikasi atau counter

Cara pembayaran secara langsung lewat aplikasi tadi praktis untuk pengunjung yang hanya membeli sedikit barang. Tapi bagaimana dengan mereka yang hendak memborong banyak belanjaan sekaligus?

Baca juga: Bertandang ke Toko Tanpa Pelayan Milik Oppo

Pembayaran dilakukan dengan memindai barcode di kemasan barang lewat aplikasi Honest Bee.KOMPAS.com/ OIK YUSUF Pembayaran dilakukan dengan memindai barcode di kemasan barang lewat aplikasi Honest Bee.
Untuk itu Habitat menyediakan cara lain berupa counter checkout khusus. Pembeli tinggal menaruh barang-barang belanjaan di conveyor belt yang disediakan.

Sistem Habitat lalu akan secara otomatis memindai dan menagihkan harga semua barang ke akun Honest Bee milik pengunjung yang bersangkutan.

Belanjaan kemudian bisa diambil di dekat pintu keluar.

Uniknya, mekanisme pengambilan belanja menggunakan robot yang menggerakkan sejumlah rak besar untuk mengantarkan keranjang berisi barang yang dibeli.

Adanya dua metode pembayaran yang berbeda ini kadang membingungkan pembeli. Seorang staf di lokasi menceritakan ada saja pengunjung yang dua kali membayar.

Setelah melakukan pembayaran di aplikasi, mereka kemudian memasukkan belanjaan ke counter check-out, sehingga terkena tagihan lagi. Padahal, seharusnya cukup salah satu metode pembayaran saja yang dipilih.

“Dalam kasus seperti itu, biasanya kami akan memberitahukan perihal double-charge ke mereka, untuk kemudian dilakukan refund,” jelas salah satu staf Habitat.

Robot-robot otomatis menggerakkan rak besar untuk mengantarkan belanjaan pelanggan yang memilih metode pembayaran lewat counter checkout.KOMPAS.com/ OIK YUSUF Robot-robot otomatis menggerakkan rak besar untuk mengantarkan belanjaan pelanggan yang memilih metode pembayaran lewat counter checkout.

Bagaimana jika ada pembeli yang mengutil barang tanpa membayar? Staf yang ditanya hanya tersenyum sembari mengatakan bahwa Singapura memiliki angka kriminalitas yang rendah, sehingga pihak Habitat optimistis para pelanggan akan sadar diri dan melakukan pembayaran sebagaimana mestinya.

Sistem keamanan yang ada berupa kamera pengawas CCTV dan aplikasi, di mana pembeli tidak bisa keluar swalayan apabila belum melakukan pembayaran setelah memindai barang.

Spaghetti dari vending machine

Selain swalayan Habitat yang serba modern, para peserta TechTrip juga berkesempatan menjajal mesin penjual otomatis dari Chef in Box yang dipajang di sebuah kompleks apartemen di Singapura.

Salah satu mesin penjual otomatis yang menjajakan air jeruk peras. KOMPAS.com/ OIK YUSUF Salah satu mesin penjual otomatis yang menjajakan air jeruk peras.
Barang yang dijual bervariasi, mulai dari snack dan softdrink yang biasa ditemukan di vending machine hingga makanan berat seperti nasi dengan lauknya dan jus jeruk yang diperas langsung dari buahnya.

Beberapa orang peserta menjajal vending machine yang menerima pembayaran dengan lembaran uang tunai ini.

Spaghetti saus lobster dengan ikan cod butuh waktu beberapa menit untuk disiapkan, karena proses pemanasan makanan dari kondisi beku.

Begitu keluar, terlihat kemasannya mirip makanan cepat saji di convenience store. Uap asap langsung menguar begitu boks dibuka, disertai aroma makanan yang menggoda.

Sementara, jeruk peras hanya membutuhkan waktu tak sampai semenit.

Buah jeruk langsung dipotong dengan mesin otomatis dan diperas. Prosesnya bisa langsung dilihat oleh pembeli, karena semua mekanisme pengolahan jeruk terpampang jelas lewat jendela kaca transparan.

Bukan hanya snack dan minuman ringan yang dijajakan lewat vending machine, tapi juga makanan berat seperti spaghetti.KOMPAS.com/ OIK YUSUF Bukan hanya snack dan minuman ringan yang dijajakan lewat vending machine, tapi juga makanan berat seperti spaghetti.

Kristanto Nugroho berkomentar bahwa vending machine dan swalayan Habitat merupakan destinasi perjalanan yang “anti-mainstream” dari TechTrip, jarang terlintas di benak turis yang jalan-jalan ke Singapura.

“Saya sudah beberapa kali ke sini (Singapura), tapi vending machine dan Habitat ini tidak pernah kepikiran untuk disinggahi. Menarik sekali kita disuguhi sesuatu yang baru dan serba modern,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.