Prosedur Ganti SIM Card Akan Dikaji Ulang

Kompas.com - 22/01/2020, 19:57 WIB
Galaxy J2 Pro (2018) sanggup dipasangi dua micro-SIM card dan kartu memori micro SD sekaligus. Slot SIM card pertama (4G/3G/2G) terdapat di bawah slot micro SD dalam posisi bertumpuk, sementara slot SIM card kedua berada di sampingnya. Oik Yusuf/ KOMPAS.comGalaxy J2 Pro (2018) sanggup dipasangi dua micro-SIM card dan kartu memori micro SD sekaligus. Slot SIM card pertama (4G/3G/2G) terdapat di bawah slot micro SD dalam posisi bertumpuk, sementara slot SIM card kedua berada di sampingnya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akan mengadakan pertemuan dengan seluruh operator seluler di indonesia, untuk mengkaji ulang prosedur standar pergantian kartu SIM.

Hal itu menyusul kasus pembobolan rekening bank milik Ilham Bintang, setelah kartu SIM-nya dicuri dengan metode SIM swap oleh orang tak dikenal.

"Dalam waktu dekat kami akan memanggil seluruh operator seluler terkait SOP (standard operations procedure) khususnya pergantian kartu" ujar anggota BRTI, I Ketut Prihadi Kresna Murti di kantor kementerian Kominfo, Rabu (22/2/2020).

Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), I Ketut Prihadi Kresna Murti.KOMPAS.com/Conney Stephanie Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), I Ketut Prihadi Kresna Murti.
Ketut menilai operator seluler sudah menjalankan SOP dengan baik, namun pihaknya akan melakukan evaluasi khusus untuk prosedur pergantian kartu SIM.

Baca juga: Cegah Kasus Ilham Bintang Terulang, Registrasi SIM Card Bakal Pakai Biometrik

Langkah BRTI dan Kementerian Kominfo untuk mengevaluasi prosedur pergantian SIM card ini disambut baik oleh Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI). 

Menurut Sekjen ATSI, Marwan Baasir pihaknya yakin masing-masing operator sudah punya SOP untuk penanganan pelanggan, termasuk pergantian kartu.

"Kami (ATSI) akan terus ingatkan semua anggota (operator seluler) agar awasi ketat proses pelayanan pelanggan sesuai SOP masing-masing," kata Marwan.

Namun Marwan mengingatkan bahwa tindakan pencegahan ini seharusnya bukan dari pihak operator saja, melainkan juga dari sisi pengguna. Mereka diminta untuk bisa menjaga data pribadinya masing-masing.

Baca juga: Cegah Jual Beli Data Pribadi, BRTI Perketat Registrasi SIM Prabayar

"Kami imbau masyarakat untuk jaga keamanan data pribadi, misalnya memindahkan ke cloud sehingga terjaga datanya", kata Marwan.

Sementara Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengaku pihaknya sudah mengingatkan operator seluler untuk lebih awas dalam proses registrasi kartu pengguna.

"Kami, Kominfo, dan BRTI sudah memberikan surat edaran untuk mengingatkan operator untuk berhati-hati dalam melakukan registrasi dan proses pergantian kartu konsumen" ujar Semuel.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X