Kompas.com - 30/01/2020, 11:39 WIB

Sementara, membeberkan data pribadi orang lain akan diancam denda paling banyak Rp 20 miliar atau pidana penjara maksimal dua tahun, sebagaimana diatur dalam Pasal 61 ayat 2.

Pidana denda paling besar dijatuhkan untuk pelangaran penyalahgunaan data pribadi milik orang lain.

Sesuai Pasal 61 ayat 3, orang yang sengaja menggunakan data pribadi bukan miliknya akan diancam paling besar Rp 70 miliar atau pidana kurungan paling lama tujuh tahun.

RUU PDP ini masih harus melalui pembahasan lagi di DPR. Sehingga, masih sangat mungkin ada beberapa poin yang berubah dari draft awal.

Meski sudah diserahkan ke Senayan, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate belum bisa memastikan kapan RUU PDP ini akan disahkan DPR. Sebab, menurutnya, masih ada regulasi lain yang diprioritaskan pemerintah.

Baca juga: Sebarkan Data Pribadi Orang Lain Bakal Didenda Rp 20 Miliar

"Selain RUU PDP ada beberapa RUU penting lain yang disiapkan pemerintah. Ada juga Omnibuslaw Cipta Lapangan Kerja dan Omnibuslaw Perpajakan," kata Johnny.

Menurut Deputi Direktur Riset Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM), Wahyudi Djafar, DPR harus bergerak cepat untuk segera mengesahkan RUU PDP menjadi undang-undang.

Sebab, menurutnya, undang-undang perlindungan data pribadi saat ini sangat penting. Ia mengusulkan agar Komisi I yang membidangi ranah komunikasi dan informatika, membentuk panitia kerja (panja) untuk mengakselerasi RUU PDP.

"Menurut saya Komisi I perlu fokus untuk memprioritaskan, membahas RUU ini secara seksama," katanya ketika dihubungi KompasTekno, Rabu (29/1/2020).

Ia juga mengapresiasi Presiden Joko Widodo yang akhirnya mengeluarkan Surat Presiden untuk RUU PDP. Kendati sempat molor, menurut Wahyudi, hal itu merupakan satu capaian penting dalam kemajuan RUU PDP.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.