Kisah Ridwan, Pensiun dari Karier Koki dan Memilih Jual Makanan Online

Kompas.com - 27/02/2020, 10:38 WIB
Ridwan, pria yang berprofesi sebagai koki selama 14 tahun ini memutuskan pensiun dan fokus menjual makanan lewat GrabFood. KOMPAS.com/SHERLY PUSPITARidwan, pria yang berprofesi sebagai koki selama 14 tahun ini memutuskan pensiun dan fokus menjual makanan lewat GrabFood.
|

MEDAN, KOMPAS.com - Sudah 14 tahun Ridwan menekuni profesinya sebagai juru masak. Tak hanya di satu tempat, Ridwan menyajikan makanan di beberapa hotel dan restoran mewah di Medan, Sumatera Utara.

Keahliannya sebagai koki membuatnya tersohor. Ia pun tak sulit mendapatkan pekerjaan terbaik.

Namun, seiring dengan bertambahnya usia, karier Ridwan di bidang kuliner kian meredup.

"Saya sudah tua, umur saya sudah hampir 50 tahun. Kalau di dunia kuliner dengan usia saya ini saya mulai tersingkir," ujar Ridwan.

Di sela pekerjaannya sebagai koki, Ridwan mulai mencoba peruntungan baru dengan menjajakan masakan buatannya di rumah.

Dapur yang sempit menjadi tempat Ridwan meracik berbagai menu makanan, mulai dari nasi goreng, mie goreng, kwetiau, hingga ifumie.

Awalnya, Ridwan kesulitan memasarkan masakannya.

Rumahnya tak bisa diandalkan sebagai warung. Lokasinya yang berada di ujung gang sempit membuat Ridwan tak langsung mendapatkan banyak pelanggan.

Pada tahun 2017, Grab pertama kali beroperasi di Medan dan mulai menawarkan layanan pemesanan makanan online,  GrabFood. Ridwan pun melihat peluang.

"Begitu Grab masuk itu saya langsung daftar. Saya fotoin makanannya dan saya beri nama warung online saya itu 'Mie Balap Bang Iwan'," ujar Ridwan.

Baca juga: Grab Siapkan Layanan Taksi Terbang di Asia Tenggara

Lambat laun warung online Ridwan mulai dikenal masyarakat dan nampu menarik banyak pelanggan.

Dibantu istrinya, Dona Sauliska, kini Ridwan dapat memasak lebih dari 30 porsi dalam sehari.

Memilih pensiun dari koki

"Semakin lama kami semakin kesulitan memenuhi pesanan pelanggan. Akhirnya saya pilih pensiun jadi koki dan pilih menekuni pekerjaan saya sekarang," ujar Ridwan.

Kepada Kompas.com, Rabu (26/2/2020), Ridwan bercerita, perkembangan teknologi pemesanan makanan sangat membantunya dalam mengembangkan usaha.

Ia tak perlu mengeluarkan banyak modal untuk membangun warung dan tak harus menyediakan anggaran khusus untuk mempromosikan masakannya

"Dulu siapa sih yang tahu masakan saya. Saya enggak punya warung. Jalan ke rumah saya saja ya cuma gang sempit begini," kata Ridwan.

Tak hanya dari segi bisnis, kini Ridwan juga merasa memiliki waktu lebih untuk berkumpul bersama keluarga dan dapat mengatur jam kerjanya sendiri.

"Dulu di restoran saya kerja dari pagi sampai malam. Masak sampai 100 porsi. Yang untung besar ya bos saya. Sekarang saya bisa atur sendiri waktu saya. Kalau capek saya bisa tutup kan," paparnya.

Baca juga: Grab Mulai Uji Coba Layanan GrabBike di Malaysia

Hasil memang tak pernah mengkhianati usaha. Berkat kegigihannya, kini warung online milik Ridwan meraih predikat restoran pilihan dari Grab.

Hal ini tentunya membuat Ridwan mendapatkan semakin banyak pelanggan.

"Sampai ada sekeluarga yang sengaja cari rumah saya untuk makan di tempat. Mereka pikir saya punya warung. Pas sampai sini kaget karena cuma rumah biasa," kata dia.

Ridwan berharap kisah sukses bisnisnya ini mampu menginspirasi banyak orang.

"Intinya kerja keras dan mau memanfaatkan teknologi dengan baik," tandasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X