Kominfo Sebut Ada 3 Calon "Unicorn" Baru di Indonesia

Kompas.com - 09/07/2020, 20:47 WIB
Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan KOMPAS.com/Kevin Rizky PratamaDirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan

KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo) menyebut bahwa hingga tahun 2024 mendatang, masih akan ada tiga unicorn baru yang muncul di Indonesia.

Isilah unicorn mengacu pada perusahaan rintisan ( startup) yang memiliki nilai valuasi di atas 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 14,4 triliun.

"Target terhadap unicorn yang akan tumbuh di Indonesia masih tetap tiga," kata Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan melalui webinar yang diadakan Katadata, Kamis (9/7/2020).

Baca juga: Setengah dari Startup di Indonesia Diprediksi Tumbang Gara-gara Corona

Terlepas dari dampak penurunan ekonomi yang diakibatkan pandemi Covid-19, Semuel tetap optimis bahwa Indonesia masih sanggup melahirkan unicorn baru. Ia menjelaskan, ketiga unicorn ini kemungkinan besar akan berasal dari sektor keuangan, pertanian, dan pendidikan.

"Sektor keuangan yang paling saya lihat. Apalagi adanya penggabungan dua perusahaan layanan keuangan, ini adalah potensi untuk menjadi unicorn," jelas Semuel.

Semuel juga menyebut, baru-baru ini sudah ada perusahaan startup  yang baru berubah status menjadi unicorn. Kendati demikian, ia masih enggan untuk mengungkap identitas perusahaan tersebut.

Semual mengatakan bahwa sektor digital memegang peranan penting sebagai kunci kemajuan perekonomian Indonesia di masa yang akan datang. "Digital adalah solusi yang paling tepat dalam memasuki pembangunan ekonomi berikutnya," ujar dia.

Baca juga: Menkominfo Umumkan 6 Startup Penyedia Layanan WFH

Berdasarkan riset yang dilakukan Katadata pada 139 perusahaan startup di Indonesia selama Maret hingga Juni 2020, perusahaan unicorn di Indonesia mengalami penurunan valuasi pendapatan dalam periode tersebut.

" Unicorn dan centaur (startup dengan valuasi di atas 100 juta dollar AS atau Rp 1,4 triliun) skornya masih positif, skornya masih 0,9 itu masih hampir ke baik," jelas Direktur Riset Katadata Insight Center Mulya Amri.

Menurut Mulya, dampak penurunan ekonomi yang paling signifikan justru dirasakan oleh perusahaan-perusahaan startup kecil (cockroach), meski mereka diprediksi masih bisa bertahan hingga beberapa waktu ke depan.

"Semakin besar kondisi perusahaannya dia masih lebih stabil sehingga tidak sampai buruk-buruk sekali," tutur Mulya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X