Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perusahaan Pemasok Komponen Produk Apple Diboikot Pemerintah AS

Kompas.com - 23/07/2020, 17:39 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat kembali memasukkan sejumlah perusahaan asal China ke dalam daftar hitam perdagangannya. Salah satunya adalah pemasok komponen produk Apple, O-film Tech yang berbasis di Nanchang.

O-film Tech dituding oleh Departemen Perdagangan Amerika Serikat sebagai salah satu dari 11 perusahaan yang telah melanggar hak asasi manusia (HAM).

Pelanggaran HAM yang dimaksud berkaitan dengan kampanye yang dilakukan oleh China untuk melawan kaum minoritas muslim Uighur.

Menurut perwakilan Departemen Perdagangan AS, semua perusahaan yang masuk dalam daftar tersebut telah mendukung penindasan di China.

Baca juga: Imbas Blacklist, Pabrik Hardware Google Hengkang dari China

Seperti penahanan dengan sewenang-wenang, sistem kerja paksa, pengumpulan data biometrik dengan pemaksaan, hingga analisis genetik yang ditargetkan pada kaum minoritas.

"Beijing secara terus menerus menerapkan sistem kerja paksa. Mereka juga mengumpulkan DNA dan skema analisis untuk menekan warga negaranya," kata Wilbur Ross, Sekertaris Departemen Perdagangan AS.

O-film Tech sendiri merupakan perusahaan yang memproduksi beberapa komponen seperti kamera, layar sentuh, dan sensor sidik jari.

Perusahaan ini juga berkontribusi dalam pengembangan beberapa produk Apple salah satunya yaitu iPad mini generasi kelima.

Baca juga: Huawei Masuk Blacklist Amerika Serikat

Tak hanya Apple, O-Film Tech juga bermitra dan sekaligus menjadi pemasok di beberapa perusahaan besar lainnya seperti Amazon, Dell, Microsoft, dan General Motors (GM).

Dirangkum KompasTekno dari Apple Insider, Kamis (23/7/2020), hingga saat ini Apple belum memberikan penjelasan resmi terkait permasalahan tersebut.

Hubungan antara AS dan China yang semakin memanas memang berdampak pada berbagai sektor. Termasuk industri teknologi. 

Pada 2019 lalu, Huawei masuk dalam daftar hitam perdagangan AS. Beda dengan O-Film Tech, Huawei dituding dapat membahayakan keamanan nasional dan memata-matai pengguna.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.