Selain di Indonesia, Izin Siaran di Medsos Juga Dipermasalahkan di Malaysia

Kompas.com - 28/08/2020, 12:31 WIB
Ilustrasi YouTube cnet.comIlustrasi YouTube

KOMPAS.com - Gugatan yang dilayangkan oleh stasiun televisi RCTI dan iNewsTV terkait izin siaran langsung (live) di platform media sosial kini menjadi sorotan publik di Indonesia.

Dua stasiun televisi milik MNC Group itu meminta agar undang-undang penyiaran juga mengatur layanan over the top (OTT), yang menyediakan siaran live di media sosial, seperti di Instagram, Facebook, dan YouTube.

Namun, masalah perizinan bagi pemilik layanan OTT ini bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di Malaysia.

Baca juga: Twitch, Facebook Live, Instagram Live, dan YouTube Live Terancam Dilarang di Indonesia

Pada awal Agustus lalu, Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia Datuk Saifuddin Abdullah meminta agar kreator konten, seperti YouTuber wajib memiliki izin dari Perbadanan Kemajuan Filem Nasional Malaysia (Finas).

Meski Datuk Saifuddin belakangan meralat pernyataannya itu dan telah meminta maaf kepada publik, desakan baru kembali muncul.

Desakan itu datang dari salah satu aktris Malaysia, Ellie Suriati Omar, yang meminta agar Pemerintah Malaysia memberlakukan undang-undang perizinan, dan lisensi khusus bagi pemilik kanal YouTube agar bisa beroperasi.

"Mengapa YouTuber tidak dikenakan biaya lisensi? Seharusnya pemerintah menerapkan izin siar kepada YouTuber untuk mengatur konten yang telah mereka bagikan di YouTube," kata Ellie, dihimpun KompasTekno dari Rojak Daily, Jumat (28/8/2020).

Baca juga: Gugatan RCTI soal Live di Medsos: Sikap KPI dan Komentar Masyarakat

Menurut Ellie, jika lisensinya tidak diberikan, beberapa pemilik kanal YouTube akan mengambil kesempatan untuk memperoleh keuntungan pribadi.

Sebab, Ellie menilai bahwa YouTube saat ini menjadi platform berbasis video yang dijadikan sebagai sumber untuk menghasilkan uang.

Lebih lanjut, Ellie mengatakan bahwa beberapa YouTuber memanfaatkan platform YouTube untuk memberikan ulasan buruk tentang film-film lokal. Hal itu tentunya akan memengaruhi pendapatan film tersebut.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X