Zomato Tutup Kantor di Indonesia

Kompas.com - 20/10/2020, 11:50 WIB
Ilustrasi platform direktori restoran Zomato. Kompas.com/Wahyunanda KusumaIlustrasi platform direktori restoran Zomato.

KOMPAS.com - Aplikasi direktori restoran, Zomato, menutup operasionalnya di Indonesia. Penutupan ini sekaligus menghentikan layanan Zomato Pro atau Zomato Gold di Indonesia.

Layanan tersebut adalah fitur berbayar yang memungkinkan pengguna Zomato mendapat sejumlah benefit, seperti melakukan reservasi dan memilih menu makanan.

Beberapa pengguna Zomato Pro mengunggah tangkapan layar berupa pemberitahuan penutupan layanan tersebut di Twitter.

Salah satunya diunggah pengguna Zomato bernama @InNath. Dalam tangkapan layar yang dilampirkan, tertulis bahwa layanan Pro tidak dapat lagi bisa diakses mulai 30 November 2020.

Akun resmi Zomato Indonesia juga memberikan arahan pengembalian dana (refund) bagi anggota Zomato pro. Disebutkan bahwa proses pengembalian dana akan memakan waktu 15-30 hari kerja.

Baca juga: Setengah dari Startup di Indonesia Diprediksi Tumbang Gara-gara Corona

Masih bisa diakses

Pihak Zomato Indonesia telah mengonfirmasi penutupan ini. Kendati demikian, pengguna Zomato di Indonesia masih bisa mengakses direktori restoran dan cafe di website dan aplikasi.

"Namun, untuk pemeliharaan konten akan langsung dilakukan dari HQ di India," jelas perwakilan Zomato Indonesia melalui pesan singkat kepada KompasTekno, Selasa (20/10/2020).

Informasi serupa juga dicantumkan Zomato dalam laman frequently asked questions (FAQ) yang hanya bisa diakses anggota Zomato Pro.

"Kami bersyukur atas semua cinta yang kami dapatkan dari pengguna, komunitas restoran, dan semua mitra kami, kami melakukan penyesuaian strategi pasar kami sesuai visi jangka panjang," tulis pengumuman tersebut.

Baca juga: Duo Unicorn Gojek dan Grab Dibuat Merana oleh Corona

Belum diketahui berapa banyak karyawan yang terdampak atas penutupan operasional ini dan kompensasi apa saja yang akan diberikan. Kabar bisnis Zomato yang kurang sehat mulai terendus bulan Mei lalu.

Dilaporkan Tech Crunch, start-up asal India ini memutus hubungan kerja (PHK) 500 atau 13 persen karyawannya dari total 4.000 karyawan secara global. Karyawan yang tersisa juga mengalami pemotongan gaji.

Sebelummya, Zomato juga telah mem-PHK 540 karyawan di bagian customer service pada September 2019. PHK dan penutupan kantor operasional Zomato tak lain disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang turut melemahkan industri kuliner.

Di India sendiri, pemerintah sempat melakukan karantina wilayah nasional pada bulan Maret lalu. Namun hingga kini, Negeri Anak Benua itu masih berjibaku dengan virus Covid-19 dan mencatatkan 7,5 juta kasus.

Baca juga: Apple dan Google Bersatu Bikin Sistem Pelacak Virus Corona




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X