Pendiri Zoom Meeting Jadi "Business Person of the Year 2020" Versi Majalah Time

Kompas.com - 12/12/2020, 19:20 WIB
Aplikasi Zoom Meeting. PlayStoreAplikasi Zoom Meeting.

Kepopuleran Zoom tidak terlepas dari berbagai kritikan, terutama sistem keamanan. Bahkan, dunia membuat istilah baru yakni zoombombing yang menggambarkan aksi penyusupan peserta tak diundang ke acara konferensi virtual di platform Zoom.

Para penyusup seringnya melakukan hal tidak pantas, seperti menyebarkan ujaran kebencian, atau membuka file media yang tidak seharusnya, seperti memutar video asusila atau kekerasan.

Yuan dan timnya pun mencoba meyakinkan pengguna bahwa mereka akan segera menambal celah keamanan dan "menyempurnakan" sistem keamanan Zoom, termasuk sistem enkripsi video konferensi dari ujung ke ujung (end-to-end encryption).

Baca juga: Cara Menghemat Kuota Internet saat Menggunakan Zoom

Terinspirasi dari kisah cinta jarak jauh

Bisa dikatakan, Zoom terinspirasi dari hubungan jarak jauhnya dengan sang kekasih saat kuliah di Shandong University of Science and Technology. Yuan mengisahkan, di tahun 1980-an, dia harus menempuh jarak 10 jam untuk bertemu dengan kekasihnya yang kini menjadi istrinya.

Dalam perjalanan tersebut, Yuan sering tertidur, memimpikan cara bagaimana bisa melihat wajah sang kekasih saat itu juga. Yuan muda pun termotivasi mengembangkan sebuah software video call.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah lulus dari China University of Mining and Technology dan mengantongi gelar master jurusan teknik geologi, Yuan menghadiri sebuah program pelatihan di Jepang selama empat bulan.

Salah satu pembicara yang hadir dalam program itu adalah Bill Gates. Yuan mengaku sangat terinspirasi oleh Bill Gates yang kala itu memaparkan betapa menjanjikannya internet di masa depan.

Sejak saat itu, Yuan memutuskan untuk hijrah ke Silicon Valley dengan berbagai rintangan dan risiko. Salah satunya adalah kemampuan bahasa Ingrisnya yang belum terlalu fasih saat itu.

Belum lagi, Yuan mendapatkan penolakan visa Amerika Serikat sebanyak sembilan kali, meskipun akhirnya dia tetap bisa menginjakan kaki di 'Negeri Paman Sam'.

Di AS, Yuan mengawali karir di WebEx dan menjadi salah satu dari 20 karyawan awal di startup web konferensi itu. Tahun 2007, WebEx diakuisisi oleh Cisco System dan Yuan menjabat sebagai vice president engineering.

Baca juga: Kisah Eric Yuan yang Mendirikan Zoom Setelah Idenya Ditentang Cisco

Tahun 2011, dia mengusulkan ide untuk membuat platform video konferensi untuk smartphone. Namun ide itu ditolak Cisco. Yuan lantas keluar dari Cisco dan mendirikan perusahaan bernama Zoom Video Communication.

Tahun 2019, Zoom melakukan IPO. Nilai valuasinya saat itu adalah 16 miliar dollar AS.
Berkat pandemi, nilai valuasi Zoom melesat dan menyentuh angka lebih dari 113 miliar dollar AS (Rp 1.599 triliun).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.