Remaja Peretas Akun Twitter Bill Gates dkk Dipenjara 3 Tahun

Kompas.com - 18/03/2021, 11:03 WIB
Ilustrasi akun Twitter CNNIlustrasi akun Twitter

KOMPAS.com - Pengadilan wilayah Florida, Amerika Serikat (AS) menyatakan Graham Ivan Clark bersalah atas aksi peretasan sejumlah akun Twitter orang-orang ternama pada Juli 2020 lalu. Pengadilan menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara kepada Clark.

Pengadilan Florida, menyatakan Clark sebagai "dalang" yang menjalankan peranan penting atas aksi peretasan tersebut.

Dalam sidang pengadilan yang digelar pada Selasa (16/3/2021), Remaja berusia 17 tahun ini setuju dengan hukuman yang dijatuhkan untuk dirinya.

Clark terbebas dari hukuman penjara minimal 10 tahun karena dianggap sebagai pelaku berusia muda. Namun, apabila Clark melanggar aturan selama masa percobaan, dirinya akan mendapat hukuman tambahan menjadi 10 tahun kurungan penjara.

Clark akan dilarang menggunakan perangkat komputer tanpa izin dan pengawasan dari penegak hukum.

Baca juga: Waspada Akun Palsu Bank Beredar di Twitter, Ini Ciri-cirinya

Graham Ivan Clark (17), tersangka kasus peretasan akun Twitter pada Juli 2020Tampabay.com Graham Ivan Clark (17), tersangka kasus peretasan akun Twitter pada Juli 2020
Selama masa tahanan, Clark juga akan dibina secara militer di tempat pelatihan khusus tentara AS. Hal ini dilakukan agar membentuk kepribadian Clark menjadi lebih bertanggungjawab dengan apa yang sudah ia lakukan.

"Graham Clark harus bertanggungjawab atas apa yang sudah ia lakukan agar orang-orang di luar sana dapat melihat apa konsekuensi yang diterima jika sudah melakukan kesalahan seperti itu," kata Andrew Warren, pengacara Negara Bagian Hillsborough, AS dalam sebuah pernyataan.

"Dalam hal ini, kami akan memberikan konsekuensi yang relevan, sehingga bisa membuat mereka belajar untuk menjadi lebih baik demi masa depan mereka," lanjut Warren.

Clark bersama dua rekannya pada Juli 2020 lalu meretas akun sejumlah orang ternama seperti Joe Biden, Barack Obama, Elon Musk, Kanye West, Bill Gates, Jeff Bezos, Mike Bloomberg, Warren Buffet, Floyd Mayweather, Kim Kardashian, Apple, Uber, hingga sejumlah perusahaan lain.

Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Tampa Bay News, Kamis (18/3/2021), selain Clark, dua tersangka lainnya yaitu Nima Fazeli (22) dan Mason Sheppard (19) sebelumnya sudah dijatuhkan hukuman terlebih dahulu pada September 2020 lalu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X