Profil Steve Jobs, Anak Imigran Muslim yang Mendirikan Apple

Kompas.com - 22/03/2021, 20:35 WIB
Steve Jobs. Steve Jobs.

KOMPAS.com - Di balik kejayaan Apple, ada sosok Steve Jobs yang merintis perusahaan tersebut dari garasi rumahnya bersama Steve Wozniak.

Jobs lahir di San Fransisco, California, Amerika Serikat, pada 24 Februari 1955 dari pasangan Joanne Schieble dan Abdulfattah Jandali, seorang imigran Muslim asal Suriah.

Karena hubungannya tidak direstui oleh sang ayah, Joanne terpaksa menyerahkan Jobs untuk diadopsi tak lama setelah dilahirkan.

Dia kemudian diadopsi oleh orang tua angkat, Paul dan Clara Jobs, yang mengganti nama lahirnya dari Abdul Lateef Jandali menjadi Steve Paul Jobs. Bersama Paul dan Clara, ia tinggal di Silicon Valley, kawasan industri elektronik di AS.

Semasa kecil, Jobs dikenal sebagai anak yang usil tapi cerdas sehingga sempat ditawari mengikuti program akselerasi untuk lompat kelas ke sekolah menengah atas. Tapi tawaran ini ditolak oleh orang tua Jobs.

Baca juga: Penyesalan Mendalam Ayah Kandung Steve Jobs

Ketika usianya menginjak umur 12 tahun, Jobs mulai menunjukkan ketertarikan di ranah teknologi setelah melihat demonstrasi kerja sebuah perangkat komputer di Hewlett-Packard Explorer Club.

Jobs pun sering menghadiri sesi seminar di pabrik Hewlett-Packard (HP) saat masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Pada suatu kesempatan, ia bahkan memberanikan diri untuk meminta komponen mesin kepada CEO HP, William Hewlett.

Terkesan akan keberanian Jobs, Hewlett kemudian memberikan komponen mesin yang diminta. Ia bahkan turut menawari Jobs magang selama liburan musim panas di Hewlett-Packard.

Usai lulus dari SMA Homestead pada 1972, Jobs mulai melanjutkan studi di perguruan tinggi seni Reed College yang berlokasi di Portland, Oregon.

Namun, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Encyclopedia of World Biography, Senin (22/3/2021), dia hanya bertahan selama dua tahun di sana sebelum memutuskan keluar.

Dari garasi masuk Fortune 500

Rumah masa kecil Steve Jobs digunakan untuk proses shooting film biografi terbaru Cnet Rumah masa kecil Steve Jobs digunakan untuk proses shooting film biografi terbaru
Pada tahun 1975, Jobs ikut bergabung dengan sebuah klub yang dikenal sebagai Homebrew Computer Club. Pada klub itu ia kemudian bertemu dengan teman SMA-nya, Steve Wozniak, yang tengah mencoba merakit komputer mini buatannya.

Terkesima dengan inovasi bikinan Wozniac, Jobs akhirnya memutuskan untuk menggandeng temannya tersebut dan membentuk Apple Computer Company di tahun 1976.

Nama tersebut terinspirasi dari momen bahagia Jobs di suatu musim panas ketika ia sedang menghabiskan waktu untuk memetik buah apel.

Baca juga: Sejarah Apple yang Tak Jadi Bangkrut karena Microsoft

Bermodalkan dana dari hasil penjualan mobil Volkswagen milik Jobs dan kalkulator canggih Wozniak, mereka berhasil menciptakan produk komputer pertama yang dinamai Apple I. Bentuknya masih berupa papan sirkuit.

Komputer yang ditawarkan kepada hobiis dengan harga unik sebesar 666,66 dollar AS ini ternyata cukup diminati. Kiprah Apple pun berlanjut dengan Apple II yang hadir pada 1977.

Dibandingkan pendahulunya, perangkat ini lebih menyerupai komputer modern karena telah dilengkapi dengan papan keyboard dan casing yang melindungi seluruh bodi.

Apple IIBritannica Apple II

Apple I sukses membikin perusahaan pembuatnya mendulang pendapatan. Nilai penjualannya di tahun pertama saja mencapai 2,7 juta dollar AS. Tiga tahun kemudian, angkanya tumbuh berkali-kali lipat menjadi 200 juta dollar AS

Apple, si pabrikan komputer baru ketika itu, pun meroket dalam waktu singkat dan dikenal sebagai salah satu perusahaan yang pertumbuhannya paling fenomenal dalam sejarah AS.

Nama Apple juga tercantum di dalam daftar 500 perusahaan AS terbesar versi majalah Fortune.

Keluar dari Apple gara-gara Macintosh

Memasuki tahun 1980, perkembangan era komputer pribadi semakin menjamur. Karena semakin banyaknya pesaing yang bermunculan, Apple Computer Company bekerja semakin keras untuk tetap memimpin tren komputer pribadi.

Apple Computer Company lalu meluncurkan Apple III, meski kesuksesannya tidak sebanding dengan pendahulunya. Karena mengalami masalah dari segi teknis dan pemasaran, perangkat tersebut kemudian ditarik untuk kembali dikerjakan ulang.

Barulah pada tahun 1983, Apple Computer Company pertama kali memperkenalkan Lisa yang cukup menggebrak dengan tampilan antarmuka grafis (GUI) dan mouse.

Baca juga: Apple Punya Tim Khusus Berantas Produk Palsu di Medsos

Sayangnya, Lisa tidak sanggup menghasilkan banyak untung karena dianggap lebih mahal dari pesaingnya, yakni International Business Machines (IBM).

Di tahun yang sama, Apple Computer Company diperkirakan kehilangan setengah dari pangsa pasarnya ke IBM. Pada tahun berikutnya, Jobs kemudian memperkenalkan perangkat baru yang lebih revolusioner, yakni Macintosh.

Ilustrasi komputer Macintosh.ThoughtCo Ilustrasi komputer Macintosh.
Namun, meskipun dibanderol jauh lebih murah dari Lisa, penjualan Macintosh tak bisa dibilang baik. Perangkat-perangkat komputer Lisa dan Macintosh tak laku dan menumpuk di gudang sehingga membuat Apple merugi.

Gara-gara urusan Macintosh, Jobs terlibat pertengkaran dengan CEO Apple saat itu, John Sculley. Jobs akhirnya hengkang dari perusahaan yang didirikannya tersebut dan mendirikan perusahaan komputer baru bernama NeXT yang fokus pada segmen pendidikan dan bisnis.

Baca juga: Apple Hentikan Produksi Komputer iMac Pro

Meski sempat menerima sambutan positif, perangkat bikinan Next gagal di pasaran karena dianggap terlalu mahal dan memiliki keterbatasan seperti layar hitam-putih, tidak dapat dihubungkan ke perangkat lain, serta tidak bisa menjalankan aplikasi umum.

Menolak menyerah pada keadaan, Jobs mencoba kembali bangkit dengan mengakuisisi saham Pixar dari sutradara film George Lucas pada tahun 1986. Setelah dipegang Jobs, Pixar mulai berfokus pada animasi komputer.

Steve Jobs (kanan) mengenakan baju hangat berlogo NeXT ComputerGQ.COM Steve Jobs (kanan) mengenakan baju hangat berlogo NeXT Computer

Sembilan tahun kemudian, Pixar akhirnya resmi merilis film animasi berjudul Toy Story. Film feature length pertama yang sepenuhnya dibuat dengan animasi 3D ini berhasil meraih sukses besar.

Pixar kemudian mulai melanjutkan film selanjutnya dengan menggarap Toy Story 2 dan A Bug's Life. Keduanya didistribusikan oleh Disney dan Monsters, Inc.

Kembali ke Apple

Di tahun 1996, Apple membeli Next dengan mahar sebesar 400 juta dollar AS. Jobs kemudian kembali mengisi posisi di Apple sebagai konsultan paruh waktu hingga akhirnya diangkat menjadi CEO.

iMac original keluaran 1998, varian warna BlueberryApple iMac original keluaran 1998, varian warna Blueberry
Tahun 1997 menandaki kerja sama Apple dengan pesaing terbesarnya, Microsoft. Keduanya dianggap memiliki tujuan yang sama di bidang pemasaran dan teknologi.

Di tahun yang sama, Jobs mengumumkan Apple bakal menjual lamgsung komputer bikinannya ke pengguna menggunakan strategi pemasaran via internet dan telpon. Strategi tersebut terbukti sukses sehingga menghantarkan Jobs menjadi CEO sementara Apple.

Baca juga: MacBook Air M1 dan MacBook Pro M1 Resmi Dijual di Indonesia, Ini Harganya

Jobs kemudian mulai memperkenalkan iMac di tahun 1998 dengan harga yang relatif terjangkau. Selain murah, iMac banyak digandrungi karena mampu melakukan pemrosesan dalam kecepatan tinggi.

Pada akhir tahun 1999, Jobs lagi-lagi sukses mengangkat nama Apple dengan meluncurkan laptop pertamanya yang bernama iBook.

Memasuki tahun 2001, Jobs kembali melakukan gebrakan revolusioner dengan memperkenalkan iTunes, sebuah aplikasi pemutar musik yang mampu mengubah musik ke format digital MP3.

Steve Jobs saat memperkenalkan iPhone generasi pertama tahun 2007Apple Steve Jobs saat memperkenalkan iPhone generasi pertama tahun 2007
Masih di tahun yang sama, Apple mulai menjual pemutar musik MP3 portabel bernama iPod. Bermodalkan kedua "senjata" ini, Apple dengan cepat memimpin pasar.

Di tahun 2006, lebih dari satu miliar lagu dan video telah terjual di iTunes Store. Sebagai penghargaan atas pencapaian bisnis perusahaan, Jobs mengubah nama Apple Computer Company menjadi Apple Inc. pada 9 Januari 2007.

Baca juga: Jual iPhone Tanpa Charger, Apple Didenda Rp 27 Miliar

Ia kemudian  memperkenalkan iPhone, sebuah ponsel dengan layar sentuh di tahun 2007. iPhone hadir dengan berbagai kemampuan meliputi memutar MP3 dan video serta mengakses internet.

Wafat akibat kanker pankreas

Memasuki usianya yang ke-48, Jobs didiagnosa mengidap kanker pankreas yang cukup langka. Kendati demikian, ia menolak tawaran operasi dan mencoba pengobatan secara alternatif.

Satu tahun kemudian tepatnya pada tahun 2004, Jobs akhirnya menyerah dan setuju untuk menjalani operasi rekonstruksi besar bernama operasi Whipple. Tujuannya mengangkat tumor yang bersarang di pankreas Jobs.

Setelah melewati proses pemulihan, Jobs kembali memimpin Apple. Pada tahun 2008, Jobs mengalami penurunan berat badan yang signifikan. Hal ini mengindikasikan adanya kanker yang kembali tumbuh.

Pada 9 Januari 2009, Jobs berjanji akan kembali ke perusahaan meski harus dirawat selama beberapa hari ke depan. Satu pekan kemudian, ia memutuskan untuk cuti dari Apple selama enam bulan untuk memulihkan kondisi kesehatannya.

Pada Juni 2009, Wall Street Journal melaporkan bahwa Jobs telah menerima transplantasi hati pada April. Jobs kemudian menepati janjinya untuk kembali ke Apple sebelum akhir Juni.

Steve Jobs pendiri Apple.SHUTTERSTOCK Steve Jobs pendiri Apple.

Namun pada Agustus 2011, Jobs resmi hengkang dari perusahaan dan digantikan oleh Tim Cook. Dua bulan kemudian, Jobs dilaporkan meninggal dunia di kediamannya yang berlokasi di Palo Arto, California.

Sebelum sepenuhnya meninggalkan Apple, Jobs mewariskan kursi kepemimpinan perusahaan ke tangan Tim Cook, yang sudah bekerja untuk Apple selama 23 tahun.

Baca juga: Lewat Twitter, Bos Apple Kenang Steve Jobs yang Wafat 9 Tahun Lalu

Berbeda dengan Jobs yang kerap menciptakan inovasi baru untuk "membunuh" kreasi lamanya, Cook memutuskan untuk menciptakan pendamping untuk iPhone.

Terlepas dari semua inovasi yang dilahirkan Apple saat ini, Jobs masih tetap dikenang sebagai sosok pemimpin yang tak tergantikan Apple. Seperti yang diucapkan Cook lewat kicauannya pada Oktober 2020 lalu.

"Jiwa yang agung tak pernah mati. Dia menyatukan kita lagi dan lagi. Anda akan selalu bersama kami, Steve, kenangan Anda tertaut dan menginspirasi kami setap hari," tulis Cook.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X