Kompas.com - 15/04/2021, 12:09 WIB
Ilustrasi WhatsApp IstIlustrasi WhatsApp

KOMPAS.com - Awal Januari lalu, pengguna WhatsApp ramai membicarakan kebijakan privasi baru yang rencananya akan digulirkan bulan Mei nanti.

Sejumlah pengguna sempat menganggap bahwa perubahan privasi WhatsApp membuat isi percakapannya tidak aman.

Pihak WhatsApp mengklarifikasi rumor tersebut. Anak perusahaan Facebook Inc ini menegaskan bahwa seluruh percakapan yang terjadi di WhatsApp personal dilindungi oleh sistem enkripsi dari ujung ke ujung atau end-to-end encryption (E2EE).

Memang, apa sebenarnya end-to-end encryption dan apa fungsinya?

Enkripsi WA

Sebelum membahas sistem keamanan end-to-end encryption yang ada di WhatsApp dan beberapa aplikasi perpesanan lainnya, ada baiknya memahami dulu apa itu enkripsi. Secara sederhana, enkripsi adalah sebuah metode yang memungkinkan sebuah informasi "terkunci".

Dirangkum dari Search Security, pesan terbuka (plaintext) yang dienkripsi, akan diubah ke dalam sebuah kode acak rahasia sehingga informasi sebenarnya tidak bisa dibaca. Metode itu disebut pula dengan kriptografi. Dalam dunia komputer, pesan yang terenkripsi disebut ciphertext.

Formula yang digunakan untuk mengunci dan membuka kunci ciphertext disebut algoritma enkripsi alias ciphers. Di dalam cipher, terdapat variabel unik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apabila di tengah pengiriman pesan terenkripsi ada penyusup yang tidak sah dan ingin mengintip isi pesan, si penyusup harus menebak sandi mana yang digunakan pengirim untuk mengenkripsi pesan tersebut serta variabel mana yang digunakan sebagai kunci untuk membuka pesan.

Tingkat kesulitan inilah yang membuat enkripsi menjadi sistem keamanan yang diunggulkan saat ini. Banyak data sensitif dilindungi dengan sistem enkripsi, seperti data dari pemerintah dan militer.

Namun dewasa ini, sistem enkripsi digunakan pula untuk melindungi data yang disimpan di dalam komputer dan penyimpanan perangkat. Termasuk data yang transit melalui jaringan.

Enkripsi dari ujung ke ujung

Sistem enkripsi ada beberapa macam. Salah satunya adalah end-to-end encryption. Sistem ini menjamin bahwa pesan yang dikirim antara dua pihak, tidak dapat diintip oleh peretas yang mencegat jalur komunikasi.

Jalur komunikasi pesan terenkripsi didukung oleh Transport Layer Security (TLS) yang menghubungkan antara web client dan software web server. Namun, enkripsi biasa saja tidak cukup.

Itu sebabnya client software melapisi pesan dengan enkripsi dari ujung ke ujung sebelum dikirim ke web client. Pesan hanya bisa didekripsi atau dibuka oleh penerima.

Baca juga: Kebijakan Privasi WhatsApp Berlaku 15 Mei, Ini yang Terjadi jika Pengguna Tidak Setuju

End-to-end encryption WhatsApp

Untuk melindungi seluruh percakapan yang ada di akun personal penggunanya, WhatsApp menggunakan Signal Protocol yang dikembangkan oleh Open Whisper System. Protokol yang sama juga digunakan oleh pesaing WhatsApp, Signal untuk melindungi percakapan di aplikasinya.

Dihimpun dari Business Today, Cara kerjanya, ketika pertama kali pengguna membuka apikasi WhatsApp, ada dua kunci berbeda yang dihasilkan, yakni kunci publik dan privat. Proses enkripsi sendiri terjadi di dalam ponsel.

Baca juga: WhatsApp Terapkan Verifikasi Dua Langkah, Begini Cara Mengaktifkannya

Kunci privat akan tetap dipegang pengguna, sementara kunci publik akan ditransfer ke penerima melalui server pusat WhatsApp. Kunci publik tersebut mengenkripsi atau melindungi pesan yang dikirim pengguna, bahkan sebelum pesan sampai ke server pusat.

Server pusat WhatsApp hanya akan menyimpan pesan yang telah dienkripsi. Pesan tersebut hanya bisa dibuka dengan kunci privat yang dipegang penerima.

Singkatnya, selama perjalanan, pesan yang terenkripsi akan tersandi dan sangat sulit diretas dan diintip pihak yang tak berhak, termasuk pihak WhatsApp.

Baca juga: Bagaimana WhatsApp Bisa Kena Hack?

Cara memastikan pesan WhatsApp terenkripsi

Untuk memastikan apakah pesan antara pengirim dan penerima terlindungi enkripsi atau tidak, pengguna bisa mengeceknya secara manual. Caranya, cukup bukan info kontak dengan mengetuk nama kontak.

Kemudian gulir ke bawah hingga menemukan menu "enkripsi". Dalam menu tersebut ada keterangan berbunyi "pesan dan panggilan dilindungi end-to-end encryption/message and calls are end-to-end encrypted."

Untuk semakin meyakinkan, ketuk menu tersebut, kemudian Anda akan melihat kode QR dengan 60 digit angka. Anda bisa memindai kontak satu sama lain atau mencocokan 60 digit angka tersebut secara manual jika bersedia.

Apabila cocok, maka chat dan panggilan WhatsApp benar-benar terenkripsi dan sangat kecil kemungkinan untuk diintip pihak lain selain pengirim dan penerima.

Baca juga: Akun WhatsApp Kena Hack? Begini Cara Lapornya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.