Pengamat Ungkap Penyebab Pengguna Facebook Kena "Mention Massal" di Konten Porno

Kompas.com - 20/04/2021, 12:15 WIB
ilustrasi Facebook Bloombergilustrasi Facebook

KOMPAS.com - Belakangan, pengguna Facebook dihebohkan dengan aksi "mention massal" yang dilakukan oleh akun pengguna tak dikenal.

Sejumlah pengguna Facebook Indonesia melaporkan menerima notifikasi bahwa akun miliknya telah ditandai oleh akun tak dikenal dalam unggahan yang beirisi konten tak senonoh.

Anehnya, beberapa akun pengguna yang melakukan mention massal itu justru mengklaim bahwa mereka tidak melakukan aktivitas tersebut.

Terkait fenomena ini, praktisi keamanan siber dari Vaksin.com Alfons Tanujaya, mengatakan bahwa sebenarnya aksi tagging massal ini merupakan salah satu modus phising untuk mencuri kredensial akun Facebook korbannya.

Ilustrasi notifikasi yang diterima pengguna Facebook Indonesia terkait aksi mention massal.dok. Vaksincom Ilustrasi notifikasi yang diterima pengguna Facebook Indonesia terkait aksi mention massal.
Hal ini diungkap Alfons setelah menganalisis unggahan yang digunakan dalam aksi tagging massal ini.

"Posting ini memang sengaja dibuat dan dipersiapkan terlebih dahulu secara khusus dan dalam menjalankan aksinya terkandung aksi phising," ungkap Alfons kepada KompasTekno, Selasa (20/4/2021).

Baca juga: Awas, Ada Jebakan Tag di Facebook dengan Umpan Konten Tak Senonoh

Menurut Alfons, penjahat siber mempersiapkan aksi phising ini dengan memanfaatkan Facebook page dan fitur mention di Facebook.

Melalui Facebook page, penjahat siber akan memancing calon korbann untuk mengunjungi situs phising yang telah disiapkan.

Untuk menggaet para korban, Facebook page itu sengaja diisi dengan berbagai gambar maupun video tidak senonoh, lengkap dengan judul yang menggoda.

"Sehingga menimbulkan rasa ingin tahu besar pada sebagian besar penerima mention dan menjadi korbannya," tambah Alfons.

Mention tak bisa dicegah

ilustrasi Facebook Page yang digunakan untuk memancing korban mengunjungi situs phising dalam aksi mention massal.dok. Vaksincom ilustrasi Facebook Page yang digunakan untuk memancing korban mengunjungi situs phising dalam aksi mention massal.
Setelah membuat Facebook page dan halaman phising, Alfons mengatakan, penjahat siber hanya perlu mencari cara bagaimana Facebook page yang telah dipersiapkan tersebut tersebar dan viral dikalangan pengguna Facebook.

Menurut Alfons, Facebook page berisi konten senonoh ini tak mungkin dipromosikan melalui Facebook Ad alias fitur iklan Facebook.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X