Moch S. Hendrowijono
Pengamat Telekomunikasi

Mantan wartawan Kompas yang mengikuti perkembangan dunia transportasi dan telekomunikasi.

kolom

Tiga Operator 5G, Tiga Teknologi Beda

Kompas.com - 02/07/2021, 16:02 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Teknologi ini beda dengan CA (carrier aggregation) seperti yang digunakan di layanan 4G, yang menggabungkan dua frekuensi yang sama untuk mendapat kapasitas lebih besar.

Menurut Direktur Network XL Axiata, Gede Dharmayusa, 4G-5G DSS adalah pemanfaatan spektrum yang sama untuk dua teknologi yang berbeda, 4G dan 5G.

Tujuannya, mempercepat implementasi dan penetrasi 5G dengan memanfaatkan spektrum yang telah ada saat ini, yang masih digunakan di 4G.

Karena sumber spektrum yang dipergunakan di-share antara 4G dan 5G, tentu saja DSS belum mampu menghadirkan pengalaman 5G yang sebenarnya. DSS lebih dilihat sebagai enabler untuk memperkenalkan teknologi 5G kepada pengguna.

Baca juga: Kemkominfo Minta Industri Segera Aplikasikan Teknologi 5G

Kecepatan yang bisa diperoleh sangat tergantung dari kondisi trafik jaringan. Tetapi secara teoritis, dengan 20 Mhz dan modulasi 256 QAM (quadrature amplitude modulation – skema yang membawa data yang memodulasi/mengubah amplitudo dari dua gelombang pembawa – maksimum keluarannya (throughput) dapat mencapai hingga 260 Mbps.

Untuk layanan 5G, XL Axiata akan menggunakan spektrum 1800 MHz untuk DSS dan 2100 MHz untuk jangkar (anchor) 4G LTE. XL Axiata sudah membuktikan kemampuan 5G dengan teknologi ini pada uji coba Desember lalu.

Operator, dengan demikian, akan maksimal memberi layanan 5G jika pemerintah sudah merilis spektrum yang paling optimal dalam implementasi 5G, yang mampu memenuhi kebutuhan akan cakupan dan kapasitas. Spektrum midband seperti 3,5 GHz adalah salah satu pita spektrum yang optimal utk 5G.

Dengan jangkauan yang hampir sama dengan jangkauan spektrum LTE saat ini (2100 MHz dan 1800MHz) dan pita yang cukup lebar, spektrum ini dapat memenuhi kebutuhan coverage dan kapasitas sekaligus.

Biaya sosial tinggi

Operator juga berharap pemerintah bisa merilis spektrum 2600 MHz yang selebar 190 MHz, selebar 150 MHz di antaranya masih dikuasai satu kelompok penyiaran televisi analog, yang izinnya baru habis pada 2025.

Tahun ini kemungkinan pemerintah akan melelang atau menggunakan cara beauty contest untuk beberapa spektrum, 700 MHz selebar 90 MHz, 26 GHz dan 35 GHz selebar masing-masing 1000 MHz.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.