Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

2024, Google Privacy Sandbox Siap Jaga Pengguna Android dan Chrome

Kompas.com - 18/02/2022, 12:03 WIB
Galuh Putri Riyanto,
Reza Wahyudi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bila Apple punya fitur anti-pelacakan iklan App Tracking Transparency (ATT), Google bakal punya Privacy Sandbox.

Dengan Privacy Sandbox, Google bakal membangun sistem periklanan baru yang lebih menjaga privasi pengguna Android maupun Chrome. Namun teknologi ini paling cepat baru akan hadir dua tahun mendatang atau mulai tahun 2024.

Selama ini, Google memang diketahui melacak aktivitas pengguna Android dan Chrome menggunakan metode pelacakan iklan dengan cookie pihak ketiga dan pengenal iklan (advertising ID). Tujuannya untuk menargetkan iklan yang dipersonalisasi ke pengguna.

Google sendiri menilai iklan sebagai bagian penting dalam memberikan pengalaman berinternet kepada pengguna.

Namun, perusahaan yang bermarkas di Mountain View, California, Amerika Serikat ini tak menampik bahwa pihaknya perlu mengganti beberapa tools periklanannya agar lebih menjaga privasi pengguna.

Makanya, lahirlah inisiatif Privacy Sandbox. Menurut Google, Privacy Sandbox akan membatasi pembagian data pengguna ke pihak ketiga.

Inisiatif ini juga juga bakal menghentikan penggunaan pengenal iklan (advertising ID) yang sedianya dapat melacak aktivitas online pengguna untuk penargetan iklan yang dipersonalisasi.

"Teknologi Privacy Sandbox bertujuan untuk membuat mekanisme pelacakan yang ada saat ini menjadi usang, dan memblokir teknik pelacakan rahasia," kata Google, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari PhoneArena, Jumat (18/2/2022).

Baca juga: Induk Google Cuan berkat Moncernya Bisnis Iklan

Masih lacak pengguna

Meski sudah ada Privacy Sandbox, bukan berarti Google berhenti melacak dan tak lagi menargetkan iklan ke penggunanya.

Sederhananya, Google masih akan melacak, tapi bukan dengan mengandalkan cookie pihak ketiga, melainkan lewat hal lain seperti inisiatif "Privacy Sandbox" yang bertujuan memungkinkan menargetkan iklan di web dan Android sambil tetap menjaga privasi pengguna di level individu.

Pada Maret 2021 lalu, Director of Product Management, Ads Privacy and Trust Google, David Temkin mengungkapkan, dari inisiatif Privacy Sandbox ini lahir apa yang disebut dengan Federated Learning of Cohorts (FLoC).

FLoC merupakan antarmuka pemrograman aplikasi (API) yang berfungsi mengelompokkan pengguna yang memiliki pola penjelajahan serupa. Jadi, dengan teknologi FLoC, pengiklan akan menargetkan iklan miliknya ke kelompok dengan minat yang sama, bukan ke pengguna individu.

"FLoC dapat mencegah pelacakan individu namun tetap memberikan hasil untuk pengiklan dan penerbit," kata Temkin dalam blog resmi Google.

Google pun masih akan tetap mengumpulkan data yang dikumpulkan secara "first party", yakni dari layanan-layanan Google sendiri seperti YouTube dan Google Search. Demikian pula tracker Google di aplikasi-aplikasi mobile, yang masih akan tetap melacak pengguna.

Baca juga: Google dan Perusahaan Siber Cari Formula Ideal Iklan Digital

Butuh waktu dua tahun

Google mengatakan, setidaknya dibutuhkan waktu dua tahun untuk merancang, membangun, dan menguji solusi baru periklanan dengan Privacy Sandbox.

Dalam blog developer Android untuk inisiatif Privacy Sandbox, saat ini Google sudah menyediakan proposal desain Privacy Sandbox terbuka untuk umum, untuk keperluan peninjauan dan umpan balik.

Menurut linimasa kehadiran Privacy Sandbox, sepanjang 2022 ini, Google dijadwalkan melakukan pembaruan proposal desain serta merilis Privacy Sandbox versi developer previews untuk pengujian awal.

Pada akhir 2022, Google dijadwalkan akan merilis versi beta dari Android Software Development Kit (SDK) Runtime serta antarmuka pemrograman aplikasi (API) yang dapat menjaga privasi.

Baca juga: Facebook Terancam Rugi Rp 143 Triliun gara-gara Apple

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kenapa Kode QR WA Tidak Valid? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Kode QR WA Tidak Valid? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Software
HP Realme GT Neo6 SE Resmi dengan Layar Lega dan Snapdragon 7 Plus Gen 3

HP Realme GT Neo6 SE Resmi dengan Layar Lega dan Snapdragon 7 Plus Gen 3

Gadget
Spotify Bisa Bikin 'Playlist' Pakai AI, Tinggal Ketik Perintah

Spotify Bisa Bikin "Playlist" Pakai AI, Tinggal Ketik Perintah

Software
Microsoft Tidak Akan Rilis Update jika Ada Aplikasi Ini di Windows 11

Microsoft Tidak Akan Rilis Update jika Ada Aplikasi Ini di Windows 11

Software
Intel Umumkan Chip AI Gaudi 3, Klaim Lebih Kencang dari Nvidia H100

Intel Umumkan Chip AI Gaudi 3, Klaim Lebih Kencang dari Nvidia H100

Hardware
Kenapa Nomor Telepon Tidak Bisa Daftar WhatsApp? Begini Penjelasannya

Kenapa Nomor Telepon Tidak Bisa Daftar WhatsApp? Begini Penjelasannya

Software
2 Cara Mencari Judul Lagu dengan Suara di Google, Mudah dan Praktis

2 Cara Mencari Judul Lagu dengan Suara di Google, Mudah dan Praktis

Software
3 HP Klasik Nokia Dirilis Ulang dengan Upgrade, Ada Seri 6310

3 HP Klasik Nokia Dirilis Ulang dengan Upgrade, Ada Seri 6310

Gadget
Fitur Passkey X Twitter Rilis Global, Pengguna di iPad dan iPhone Bisa Login Tanpa Password

Fitur Passkey X Twitter Rilis Global, Pengguna di iPad dan iPhone Bisa Login Tanpa Password

Software
TikTok Notes, Inikah Aplikasi 'Pembunuh' Instagram?

TikTok Notes, Inikah Aplikasi "Pembunuh" Instagram?

Software
Fitur AI 'Circle to Search' Kini Bisa Terjemahkan Kalimat Instan

Fitur AI "Circle to Search" Kini Bisa Terjemahkan Kalimat Instan

Software
Xiaomi Redmi Pad Pro Meluncur, Tablet 12 Inci dengan Snapdragon 7s Gen 2

Xiaomi Redmi Pad Pro Meluncur, Tablet 12 Inci dengan Snapdragon 7s Gen 2

Gadget
Cara Beli Tiket Bioskop Online dengan Mudah buat Nonton Film Saat Libur Lebaran 2024

Cara Beli Tiket Bioskop Online dengan Mudah buat Nonton Film Saat Libur Lebaran 2024

e-Business
7 Aplikasi Edit Foto Lebaran untuk Android dan iOS agar Lebih Estetik

7 Aplikasi Edit Foto Lebaran untuk Android dan iOS agar Lebih Estetik

Software
HP Xiaomi Terbaru Redmi Turbo 3 Dijual di Indonesia sebagai Poco F6?

HP Xiaomi Terbaru Redmi Turbo 3 Dijual di Indonesia sebagai Poco F6?

Gadget
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com