Kompas.com - 26/04/2022, 17:30 WIB

KOMPAS.com - Setelah memborong saham Twitter, orang terkaya di dunia (versi Forbes), Elon Musk kini resmi membeli Twitter seharga 44 miliar dollar AS atau sekitar Rp 634 triliun.

Di balik transaksi tersebut, ada dua pihak yang turut terlibat membantu kesuksesan Elon Musk mengakuisisi Twitter, yakni Royal Bank of Canada (RBC) dan Canadian Imperial Bank of Commerce (CIBC).

Menurut The Globe and Mail, dua pihak tersebut berperan memberikan pinjaman kepada CEO SpaceX itu untuk memuluskan proses akuisisi Twitter.

Dari RBC, Musk mendapat pinjaman 750 juta dollar AS (Rp 10,8 triliun). Sementara CIBC menjanjikan pijaman sebesar 400 juta (Rp 5,7 triliun). Dengan demikian, total pinjaman Musk dari bank Kanada sekitar 1,51 miliar dollar AS (Rp 21,7 triliun).

Baca juga: Resmi, Elon Musk Beli Twitter Rp 634 Triliun

Sumber dana lainnya yaitu dari saham Tesla milik Musk sebesar 17 persen atau senilai 170 miliar dollar AS (Rp 2.445 triliun). Dari saham tersebut, Musk mengambil dana 12,5 miliar dollar AS (Rp 180,1 triliun) untuk membeli Twitter.

The Globe and Mail menyebutkan bahwa secara total Musk meminjam sekitar 25 miliar dollar AS (Rp 360 triliun) dari 12 bank. Namun CIBC dan RBC menawarkan bunga paling rendah di antara ke 12 bank tersebut.

Rencana Elon Musk setelah beli Twitter

Dalam pandangan Elon Musk, Twitter memiliki potensi yang luas biasa. Terkait keputusan akuisisi Twitter, Musk menyatakan keinginannya melindungi kebebasan berbicara atau berpendapat.

"Kebebasan berbicara adalah landasan dari demokrasi, dan Twitter adalah pusat kota digital untuk hal-hal penting bagi masa depan umat manusia yang diperdebatkan di sini," kata Musk dalam keterangan resmi usai pengumuman akuisisi Twitter, dikutip KompasTekno dari MobileSyrup, Selasa (26/4/2022).

Baca juga: CEO Twitter Sebut Tidak Ada PHK Setelah Perusahaan Dibeli Elon Musk

Dalam keterangan yang sama, ia juga berkata akan membuat Twitter menjadi lebih baik dari sebelumnya dengan menghadirkan fitur-fitur baru, meningkatakan kepercayaan melalui algoritma terbuka (open source), hingga memerangi bot spam.

"Saya juga ingin membuat Twitter lebih baik dari sebelumnya dengan meningkatkan produk melalui fitur-fitur baru," ujar Musk.

"Twitter memiliki potensi luar biasa, saya berharap dapat bekerja sama dengan perusahaan dan komunitas pengguna untuk membukanya (potensi)," imbuhnya.

Musk juga ingin kebebasan berbicara menjadi priroitas ekosistem Twitter.

"Kebebasan berbicara adalah pondasi fungsi demokrasi, Twitter adalah pusat kota digital, di mana hal-hal penting bagi masa depan umat manusia, diperdebatkan di sini," kata pria yang merupakan eksekutif di Tesla dan SpaceX itu.

Baca juga: Telat Lapor Saham, Elon Musk Digugat Investor Twitter

Setelah dibeli Elon Musk, Twitter akan menjadi perusahaan privat, bukan lagi perusahaan publik yang melantai di bursa saham AS. Para pemegang saham akan menerima 54,20 dollar AS (sekitar Rp 750.000) secara tunai untuk per saham Twitter yang mereka miliki.

Angka tersebut sesuai dengan penawaran yang diajukan Musk dan merupakan 38 persen dari premi harga penutupan saham Twitter pada 1 April, hari perdagangan terakhir sebelum Musk mengungkap kepemilikan sahamnya di Twitter awal bulan lalu.

"Dewan Twitter melakukan proses yang bijaksana dan komprehensif untuk menilai pengajuan Elon yang berfokus pada nilai, kepastian, dan pembiayaan," kata Dewan Twitter, Bret Taylor, dirangkum dari NBC News.

"Transaksi yang diajukan akan memberikan premi tunai yang substansial dan kami percaya bahwa ini adalah jalan terbaik ke depan bagi pemegang saham Twitter," imbuhnya.

Namun kesepakatan ini menunggu persetujuan dari pemegang saham dan regulator dan ditargetkan rampung akhir tahun ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.