Kompas.com - 20/05/2022, 19:30 WIB

KOMPAS.com - CEO Tesla sekaligus petinggi SpaceX, Elon Musk, dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap seorang pramugari pada tahun 2016. Pramugari tersebut bekerja untuk salah satu pesawat jet pribadi milik orang terkaya dunia tersebut.

Menurut pernyataan yang diterima Insider dari seorang sumber yang mengaku teman dari pramugari tersebut, Musk mengelus-elus kaki sang pramugari tanpa seizinnya dan menawarkan imbalan jika pramugari tersebut bersedia memijat Musk di pesawat.

Selama pramugari memberikan pijatan, Musk melakukan tindakan tidak senonoh terhadap sang pramugari. Tidak berhenti, Musk terus menggodanya dan menawarkan imbalan berupa seekor kuda, jika ia menuruti permintaan lain Musk.

Baca juga: Elon Musk Diminta Tetap Rampungkan Akuisisi Twitter

Namun pramugari yang mampu menunggang kuda tersebut menolak dan langsung menghentikan pijatan, tanpa memenuhi permintaan Musk lainnya.

Insiden itu kabarnya terjadi di salah satu pesawat jet pribadi milik Musk dalam penerbangan ke London.

Pada tahun 2018, sang pramugari menyadari bahwa penolakannya ke Elon Musk berdampak pada kariernya di SpaceX. Oleh karena itu ia menyewa pengacara ketenagakerjaan California dan melaporkan aduannya ke departemen sumber daya manusia (SDM) SpaceX.

Selanjutnya, ia bersepakat dengan SpaceX untuk bungkam dan berjanji tidak melayangkan tuntutan. Guna menutupi insiden tersebut, SpaceX kabarnya memberikan uang senilai 250.000 dolar AS atau sekitar Rp 3,7 miliar kepada pramugari itu pada tahun yang sama.

Baca juga: Elon Musk Tertarik Kerja Sama dengan Indonesia lewat Tesla dan SpaceX

Tanggapan Elon Musk

Musk menanggapi pernyataan seorang sumber yang diunggah Insider, melalui email. Ia menuding bahwa pernyataan itu bermotif politik. Selain itu, menurut Musk sebenarnya ada cerita lain di balik tuduhan tersebut.

"Jika saya terlibat dalam pelecehan seksual, ini tidak mungkin menjadi yang pertama yang terungkap dalam 30 tahun karier saya," tulis Musk dikutip KompasTekno dari New York Post, Jumat (20/5/2022).

Musk juga membahas tuduhan itu melalui akun Twitternya berhandle @elonmusk. Ia menyatakan bahwa tuduhan itu tidak benar.

Baca juga: Elon Musk Tangguhkan Rencana Beli Twitter, Ini Sebabnya

"Serangan terhadap saya seharusnya dilihat dari sisi politik - ini pedoman standar (tercela) mereka - tetapi tidak ada yang akan menghalangi saya untuk memperjuangkan masa depan yang baik dan Anda memiliki hak untuk bebas berbicara," demikian twit bos SpaceX itu.

"Sebagai catatan, tuduhan liar itu sama sekali tidak benar," imbuhnya dalam cuitan berbeda.

Sayangnya baik SpaceX maupun sang pramugari, menolak memberikan komentar. Identitas pramugari itu sendiri tidak diidentifikasi karena menyatakan dirinya sebagai korban. Begitu pula teman yang mengungkap peristiwa ini ke Insider, tidak disebut identitasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.