Kompas.com - 22/09/2022, 07:00 WIB

Peneliti Mozilla kemudian meninjau 40.000 pasang video yang direkomendasikan dan menilai kemiripannya. Selanjutnya video itu dibandingkan dengan video yang ditolak atau tidak diminati responden untuk menilai apakah tombol-tombol Youtube tadi efektif mengurangi rekomendasi yang tidak sesuai.

Berdasarkan data tersebut, Mozilla menyimpulkan bahwa tombol itu tidak efektif mencegah rekomendasi yang tidak diinginkan responden. Pasalnya, tombol-tombol tersebut bahkan tidak mampu mencegah separuh dari video yang tidak diinginkan muncul di daftar rekomendasi. Perincian persentasenya sebagai berikut:

  • Tombol “Don’t recommend channel” - 43 persen efektif mencegah rekomendasi yang tidak diinginkan
  • Tombol "Remove from watch history" - 29 persen
  • Tombol "Dislike" - 12 persen
  • Tombol "Not interested" - 11 persen

Baca juga: YouTube Pasang 5 Iklan di Awal Video dan Tidak Bisa Di-skip?

Selain itu, Mozilla juga menilai bahwa Youtube tidak benar-benar mendengarkan tanggapan pengguna.

"Survei menunjukkan bahwa Youtube tidak begitu tertarik mendengar apa yang benar-benar diinginkan pengguna," kata peneliti Mozilla dalam laporan penelitiannya, dikutip dari Popular Science, Rabu (21/9/2022).

Guna menindaklanjuti temuan tersebut, Mozilla meminta responden untuk menandatangani petisi yang meminta Youtube memperbaiki alat yang disediakannya agar memberi pengguna kontrol atas video yang direkomendasikan.

Mozilla juga menyarankan agar Youtube menyediakan fitur kontrol yang lebih mudah digunakan dan dipahami, dan menempatkan pengguna sebagai pengendali.

Baca juga: Fitur Baru Google Meet Bisa Buat Nobar YouTube dengan 100 Orang

Tanggapan Youtube

Menurut juru bicara Youtube, Elena Hernandez, praktik itu memang sengaja dilakukan perusahaan. Sebab, Youtube tidak berniat memblokir semua konten yang memiliki kemiripan.

Hernandez lantas mengkritik laporan Mozilla karena dinilai tidak mempertimbangkan bagaimana fitur kontrol Youtube dibuat.

"Perlu dicatat, kontrol kami tidak menyaring semua topik atau sudut pandang karena ini bisa berdampak negatif bagi audiens, seperti membuat ruang gema," kata Hernandez, dikutip dari The Verge.

"Kami menyambut penelitian di platform kami, itulah sebabnya kami belum lama ini memperluas akses data API melalui program peneliti Youtube. Laporan Mozilla tidak mempertimbangkan bagaimana sistem kami benar-benar bekerja dan oleh karena itu sulit bagi kami mendapatkan wawasan (dari laporan Mozilla)," imbuhnya.

Hernandez menyatakan, definisi Mozilla soal "kemiripan" video gagal menjelaskan bagaimana sistem Youtube berjalan. Sebab, menurutnya, opsi "not interested" akan menghapus video tertentu dan “don’t recommend channel” mencegah saluran direkomendasikan di masa depan.

Namun, ia menegaskan bahwa Youtube tidak berupaya menyetop rekomendasi semua konten yang mirip.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.