Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

ChatGPT Bakal Bikin Stok Kartu Grafis Langka, Kok Bisa?

Kompas.com - 16/02/2023, 14:28 WIB
Bill Clinten,
Yudha Pratomo

Tim Redaksi

Sumber Tech Radar

KOMPAS.com - Layanan chatbot berbasis kecerdasan buatan bikinan OpenAI, ChatGPT, disebut bisa menjadi biang keladi kelangkaan kartu grafis (GPU) di industri komputer dunia.

Pasalnya, untuk membuat kecerdasan buatan (AI) semakin pintar, dibutuhkan banyak GPU. Saat ini, OpenAI sendiri kabarnya menggunakan sekitar 10.000 unit GPU Nvidia agar ChatGPT bisa menghasilkan respons yang luwes ketika ditanya oleh pengguna. 

Ditambah lagi perusahaan lain seperti Google dan Microsoft yang juga mulai fokus menggarap teknologi AI beberapa waktu ke depan. 

Menurut laporan Forbes, Google diperkirakan bakal membutuhkan sekitar 4,1 juta unit GPU Nvidia A100 (GPU khusus AI) untuk pengembangan teknologi AI. Nilainya bisa mencapai 100 miliar dolar AS (sekitar Rp 1.500 triliun). 

Dengan banyaknya kebutuhan terhadap GPU untuk pengembangan AI, vendor GPU seperti Nvidia bisa saja beralih fokus untuk membuat lebih banyak GPU khusus AI dibanding GPU mainstream yang digunakan end user seperti gamers, kreator konten, dan lain sebagainya. 

Baca juga: Kabel GPU GeForce RTX 4090 Meleleh, Nvidia Dituntut di Pengadilan AS

Ilustrasi GPUTechSpot Ilustrasi GPU
Jika produksi GPU mainstream lebih sedikit, maka hal ini bisa saja kembali memicu kelangkaan GPU dunia (karena tidak bisa memenuhi permintaan pasar), dan berujung kenaikan pada harga-harga GPU komersil di pasar.

Meski demikian, ada kemungkinan bahwa hanya GPU Nvidia saja yang bakal mengalami kelangkaan dan kenaikan harga.

Sebab, Nvidia disebut merupakan salah satu pemasok GPU AI yang terbesar di industri teknologi, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari TechRadar, Kamis (16/2/2023).

Baca juga: Kabel GPU GeForce RTX 4090 Meleleh, Nvidia Dituntut di Pengadilan AS

Adapun harga GPU dari kompetitor Nvidia, yaitu AMD, diprediksi masih tetap aman.

Seperti diketahui, kelangkaan dan kenaikan harga GPU pernah terjadi beberapa waktu lalu. Saat itu, kelangkaan tersebut dipicu oleh maraknya kegiatan penambangan mata uang kripto (crypto mining).

Sederhananya, sama seperti pengembangan AI tadi, pengguna yang melakukan crypto mining membutuhkan banyak GPU, namun GPU jenis mainstream, bukan GPU AI. Hal ini supaya kegiatan crypto mining berjalan dengan lancar dan bisa menguntungkan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Sumber Tech Radar


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com