Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Resmi, Berbagi Password Netflix Kini Ada Biaya Tambahan, Indonesia Masih Aman

Kompas.com - 24/05/2023, 15:15 WIB
Lely Maulida,
Wahyunanda Kusuma Pertiwi

Tim Redaksi

Sumber Polygon

KOMPAS.com - Netflix akhirnya benar-benar menindak tegas pengguna yang berbagi password. Perusahaan video on demand (VoD) itu resmi menarik biaya tambahan bagi pengguna yang ingin berbagi password.

Kebijakan ini mulai diterapkan Netflix di Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya. Tarif tambahan ini merupakan biaya ekstra di luar langganan bulanan.

Apabila pengguna ingin berbagi sandi dengan pengguna lain di luar kediamannya, mereka harus menambah biaya 7,99 dollar AS atau setara Rp 119.000 per bulan.

Dengan membayar biaya ekstra, anggota tambahan (di luar keluarga/rumah tangga) nantinya akan mendapat kata sandi dan profil sendiri. Kendati demikian, anggota tambahan tidak akan bisa membuat profil tambahan.

Baca juga: Siasat Netflix Larang Pengguna Berbagi Password Mulai Tahun Depan

Perlu dicatat bahwa anggota tambahan harus diaktifkan di negara yang sama dengan pengguna utama. Selain itu, mereka juga hanya bisa menonton dan mengunduh konten di satu perangkat saja.

Dengan cara ini, Netflix berharap bisa mendorong pengguna untuk membuat atau berlangganan akun Netflix sendiri ketimbang menjadi anggota tambahan dengan benefit yang terbatas.

Selain itu, pengguna Netflix yang terdeteksi berbagi password, juga mendapat e-mail berisi peringatan.

"Akun Netflix Anda adalah untuk Anda dan orang-orang yang tinggal dengan Anda di rumah Anda," demikian kata Netflix dalam e-mail itu, disertai dengan penjelasan cara berbagi akun yang legal.

Selain di AS, biaya ekstra untuk anggota tambahan juga sudah diterapkan Netflix di beberapa negara, termasuk Kanada, Selandia Baru, Portugal hingga Spanyol, dilansir dari Polygon, Rabu (24/5/2023).

Namun, pantauan KompasTekno dari situs bantuan Netflix, Indonesia belum terdampak kebijakan ini. Tarif langganan Netflix pun masih sama, seperti yang tertera di artikel "Ini Biaya Langganan Netflix Indonesia Februari 2023".

Dipicu penurunan drastis pelanggan berbayar

Ide soal biaya ekstra ini sendiri dipicu oleh turunnya jumlah pelanggan Netflix pada kuartal I-2022.

Saat itu, Netflix kehilangan 200.000 pelanggan berbayar di seluruh dunia. Penurunan jumlah pelanggan berbayar ini merupakan yang pertama kali terjadi dalam 10 tahun terakhir.

Terakhir kali Netflix kehilangan pelanggannya adalah pada Oktober 2011. Dalam surat tertulis yang ditujukan kepada pemegang saham Netflix, password sharing menjadi faktor utama yang membuat Netflix rugi.

Baca juga: Pelanggan Berkurang 200.000, Netflix Salahkan Kebiasaan Berbagi Password

Pada kuartal I-2022, Netflix memperkirakan ada 222 juta rumah tangga yang membayar untuk mengakses layanan video-on-demand miliknya. Namun, di sisi lain, akses akun Netflix itu juga dibagikan kepada lebih dari 100 juta rumah tangga tambahan, melalui kebiasaan berbagi akun.

Hal itu menyalahi kebijakan Netflix yang memperbolehkan berbagi akun ekstra untuk keluarga, namun melarang praktik berbagi akun dengan cara lain.

Alhasil, Netflix memungut biaya tambahan bagi pengguna yang sering berbagi akun di luar keluarganya, untuk menonton film di Netflix.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Polygon
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Jadwal MPL S13 Pekan Ini, Evos Glory Vs Onic Esports

Jadwal MPL S13 Pekan Ini, Evos Glory Vs Onic Esports

Game
Huawei Pura 70 Ultra Meluncur, Lensa Kamera Bisa Keluar-Masuk

Huawei Pura 70 Ultra Meluncur, Lensa Kamera Bisa Keluar-Masuk

Gadget
Huawei Pura 70, 70 Pro, dan 70 Pro Plus Meluncur, Debut Smartphone Pura Series

Huawei Pura 70, 70 Pro, dan 70 Pro Plus Meluncur, Debut Smartphone Pura Series

Gadget
Penampakan HP Non-Nokia Pertama dari HMD Global, Ada Dua Versi

Penampakan HP Non-Nokia Pertama dari HMD Global, Ada Dua Versi

Gadget
Apple Investasi Rp 255 Triliun di Vietnam, di Indonesia Hanya Rp 1,6 Triliun

Apple Investasi Rp 255 Triliun di Vietnam, di Indonesia Hanya Rp 1,6 Triliun

e-Business
Samsung Perkenalkan Memori LPDDR5X Terkencang untuk Ponsel dan AI

Samsung Perkenalkan Memori LPDDR5X Terkencang untuk Ponsel dan AI

Hardware
Penerbit 'GTA 6' PHK 600 Karyawan dan Batalkan Proyek Rp 2,2 Triliun

Penerbit "GTA 6" PHK 600 Karyawan dan Batalkan Proyek Rp 2,2 Triliun

Game
TikTok Notes, Aplikasi Pesaing Instagram Meluncur di Dua Negara

TikTok Notes, Aplikasi Pesaing Instagram Meluncur di Dua Negara

Software
HP Vivo T3X 5G Meluncur dengan Snapdragon 6 Gen 1 dan Baterai Jumbo

HP Vivo T3X 5G Meluncur dengan Snapdragon 6 Gen 1 dan Baterai Jumbo

Gadget
Siap-siap, Pengguna Baru X Twitter Bakal Wajib Bayar Buat 'Ngetwit'

Siap-siap, Pengguna Baru X Twitter Bakal Wajib Bayar Buat "Ngetwit"

Software
Daftar Paket Internet eSIM Telkomsel, PraBayar, Roaming, Tourist

Daftar Paket Internet eSIM Telkomsel, PraBayar, Roaming, Tourist

e-Business
8 Cara Mengatasi Kode QR Tidak Valid di WhatsApp atau “No Valid QR Code Detected”

8 Cara Mengatasi Kode QR Tidak Valid di WhatsApp atau “No Valid QR Code Detected”

e-Business
Ramadhan dan Idul Fitri 2024, Trafik Internet Telkomsel Naik 12 Persen

Ramadhan dan Idul Fitri 2024, Trafik Internet Telkomsel Naik 12 Persen

Internet
Tampilan Baru WhatsApp Punya 3 Tab Baru, “Semua”, “Belum Dibaca”, dan “Grup”, Apa Fungsinya?

Tampilan Baru WhatsApp Punya 3 Tab Baru, “Semua”, “Belum Dibaca”, dan “Grup”, Apa Fungsinya?

Software
HMD Perkenalkan Boring Phone, HP yang Dirancang 'Membosankan'

HMD Perkenalkan Boring Phone, HP yang Dirancang "Membosankan"

Gadget
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com