Selasa, 28 Maret 2017

Peretas Sampaikan Tiga Perintah untuk Sony

Sony Pictures
Poster The Interview

KOMPAS.com — Minggu lalu, studio Hollywood Sony Pictures terpaksa membatalkan rilis film The Interview lantaran diancam oleh hacker yang meretas ke dalam sistemnya pada akhir November.

"Dunia akan penuh ketakutan. Masih ingat dengan tragedi 11 September 2001? Kami merekomendasikan Anda agar menjauh dari tempat-tempat tersebut (bioskop)," ancam kelompok hacker yang menyebut diri sebagai Guardians of Peace (GOP) itu.

Film yang berkisah tentang usaha pembunuhan pemimpin Korut, Kim Jong Un, ini memang ramai diduga sebagai motif yang melatarbelakangi serangan hacker terhadap Sony Pictures.

Belakangan, muncul sebuah pesan lain dengan nada berbeda. Kali ini seseorang yang mengaku berasal dari GOP "membolehkan" rilis The Interview. "Ini adalah GOP. Anda telah cukup menderita dengan rangkaian ancaman," tulis pesan yang dipublikasikan lewat Pastebin tersebut, sebagaimana dikutip KompasTekno dari Ars Technica, Senin (22/12/2014).


Advertisment

Berdasarkan pesan baru ini, The Interview boleh dirilis asalkan Sony Pictures memenuhi tiga "perintah hacker".

"Peraturan pertama, jangan ada adegan kematian Kim Jong Un (dalam film The Interview). Peraturan kedua, jangan menguji kami lagi. Peraturan ketiga, kalau Anda macam-macam, kami selalu ada di sini dan siap berperang," bunyi pesan itu.

Meski mengatasnamakan GOP, identitas penulis pesan baru ini tidak diketahui pasti. Ada juga kemungkinan bahwa si penulis merupakan orang lain yang tak ada kaitannya dengan kelompok hacker penyerang Sony Pictures tersebut.

Terlebih lagi, isinya berlawanan dengan pesan pertama yang memerintahkan Sony Pictures agar tak mengedarkan The Interview.

Sebelumnya, Presiden AS Barrack Obama menyayangkan penarikan film The Interview oleh Sony Pictures yang menyerah di bawah tekanan hacker. Pemerintah AS yang menuding Korut sebagai dalang serangan atas Sony Pictures berjanji akan memberikan "respons balasan".

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Oik Yusuf
Editor : Wicak Hidayat
Sumber: ARS Technica,
TAG: