Kamis, 30 Maret 2017

Facebook Mulai Beri Peringatan di Berita "Hoax"

Reuters Facebook sudah mengumumkan siaran langsungnya akan diperlakukan sama dengan konten-konten lainnya.

KOMPAS.com - Sesuai janjinya pada akhir tahun lalu, bulan ini Facebook dilaporkan memulai langkah-langkah untuk memerangi peredaran berita palsu alias hoax dengan memberi label khusus.

Label berbunyi "disputed" (kebenarannya disangsikan) itu disematkan di-posting secara individual, bukan di akun pengunggah secara keseluruhan.

Baca: 7 Jurus Facebook Perangi Berita "Hoax"

Gizmodo/ Facebook Contoh label disputed di posting yang kebenaran kontennya diragukan. Dalam contoh ini, Seattle Tribune memang bukan media sungguhan, melainkan pengunggah konten satir untuk keperluan hiburan.
Isi konten dinilai kebenarannya oleh pihak ketiga yang bekerja sama dengan Facebook sebagai pemeriksa fakta. Dalam contoh di samping yang dilansir oleh Gizmodo, pemeriksa dimaksud adalah Snopes dan Politifact.


Advertisment

Para pemeriksa fakta ini bergabung di bawah organisasi jurnalis non-profit, Poynter. Total anggotanya ada 42, namun Facebook baru aktif menggunakan jasa dari 4 di antaranya, yakni Snopes, Factcheck.org, ABC News, dan PolitiFact.

Sebagaimana dirangkum oleh KompasTekno, Minggu (5/3/2017), tahun lalu, Facebook menjelaskan bahwa informasi keberadaan konten palsu diperoleh lewat laporan pengguna atau penyisiran algoritma khusus untuk mengendus hoax.

Laporan dugaan hoax ini kemudian diteruskan ke para pemeriksa fakta untuk dicek kebenarannya. Apabila setidaknya dua pemeriksa fakta sependapat bahwa konten bersangkutan merupakan hoax, label "disputed" pun akan disematkan.

Baca: Algoritma Baru Facebook Bisa "Tenggelamkan" Berita "Hoax"

Meski bisa memberi peringatan pada pengguna Facebook saat menjumpai hoax, penerapan sistem label ini masih belum sepenuhnya ideal.

Gizmodo/ Facebook Penjelasan Facebook mengenai label disputed di posting yang kebenaran kontennya diragukan.

Posting yang telah dilabeli tetap beredar, sementara isi label sendiri hanya menyebutkan bahwa kebenaran isinya "diragukan", bukan dengan tegas menyatakan bahwa konten tersebut merupakan berita palsu atau hoax.

Saat ini pelabelan konten yang diduga hoax baru tersedia secara terbatas. Belum diketahui kapan fitur itu bakal bisa diterapkan di seantero Facebook.

Penulis: Oik Yusuf
Editor : Oik Yusuf
Sumber: Gizmodo,
TAG: