Sempat Eksploitasi Pelajar, Pabrikan iPhone Janji Bakal Ikuti Aturan - Kompas.com

Sempat Eksploitasi Pelajar, Pabrikan iPhone Janji Bakal Ikuti Aturan

Rizky Chandra Septania
Kompas.com - 26/11/2017, 07:51 WIB
IlustrasiZDNet Ilustrasi

KOMPAS.com - Di balik sosok gemerlap iPhone X yang berharga belasan juta rupiah, ada pelajar-pelajar magang di China yang terpaksa bekerja lembur untuk merakit ponsel tersebut.

Sebuah laporan menunjukkan bahwa hal itu dilakukan oleh Foxconn, pabrikan asal Taiwan yang merupakan rekanan utama Apple untuk urusan manufaktur segala gadget besutannya.

Baca juga : iPhone X Dirakit di China dengan Mengeksploitasi Siswa SMA

Kini, setelah sempat mempekerjakan pelajar melebihi batas waktu, Foxconn dan Apple berjanji akan mengikuti aturan dengan menghentikan kerja lembur bagi para siswa SMA yang magang di pabriknya.

"Apple berdedikasi untuk memastikan semua orang dalam rantai pasokan kami diperlakukan dengan harga diri dan rasa hormat yang pantas mereka dapatkan," kata perwakilan Apple dalam sebuah pernyataan.

"Kami tahu pekerjaan kami belum selesai dan kami akan terus melakukan semua yang kami bisa untuk memberi dampak positif dan melindungi pekerja dalam rantai pasokan kami," tambah Apple.

Sebanyak 3.000 pelajar dilaporkan bekerja di fasilitas produksi milik Foxconn di kota Zengzhou. propinsi Heinan. Mereka diduga direkrut oleh Foxconn pada September lalu untuk bantu menggenjot produksi iPhone X, ponsel mahal yang diminati konsumen Apple.

Baca juga: Dibongkar, iPhone X Ketahuan Punya 2 Baterai

Para siswa menuturkan mereka diminta bekerja merakit iPhone selama 11 jam setiap hari. Hal tersebut menjadi kewajiban yang mesti dipenuhi selama tiga bulan sebagai syarat kelulusan dari sekolah.

Padahal, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari BBC, Minggu (26/11/2017), undang-undang ketenagakerjaan di China hanya memperbolehkan siswa magang untuk bekerja selama 40 jam per minggu, atau 8 jam per hari.

Pihak Foxconn mengatakan para siswa magang hanya merupakan “sebagian kecil” dari keseluruhan tenaga kerjanya di China.

Pelanggaran undang-undang tenaga kerja di China terkait jam kerja siswa magang juga disebut sebagai praktek yang tak sesuai dengan kebijakan perusahaan Foxconn.

PenulisRizky Chandra Septania
EditorOik Yusuf
SumberBBC
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM