Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang Diserang Hacker - Kompas.com

Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang Diserang Hacker

Kompas.com - 12/02/2018, 18:51 WIB
Perhelatan akbar pesta olahraga musim dingin, Olimpiade 2018 akan dilangsungkan di Pyeongchang, Korea Selatan, pekan depan.AFP PHOTO Perhelatan akbar pesta olahraga musim dingin, Olimpiade 2018 akan dilangsungkan di Pyeongchang, Korea Selatan, pekan depan.

KOMPAS.com - Dibuka Jumat (9/2/2018), perhelatan Olimpiade Musim Dingin yang diselenggarakan di Pyeongchang diserang peretas (hacker). Akibat serangan ini, situs resmi event tersebut sempat down. Alhasil, pengguna internet tidak dapat mengakses informasi atau mencetak tiket untuk acara ini.

Tidak hanya itu, jaringan WiFi yang tersedia dalam venue ikut mati. Padahal, jaringan ini digunakan siaran TV dan pers lainnya untuk menyiarkan pembukaan.

Laman website baru bisa dipulihkan pada hari Sabtu pukul 8 pagi waktu setempat. Artinya, gangguan itu baru bisa diatasi kurang lebih 12 jam setelah penyerangan.

Dugaan sementara, pelaku peretasan adalah hacker dari Rusia. Aksi mereka diduga mendapat sokongan dari pemerintah Rusia yang tidak terima negaranya tidak diperbolehkan International Olympic Committee (IOC) mengikuti Olimpiade Musim Dingin.

Sebelumnya, negari Tirai Besi ini tengah dihukum oleh IOC lantaran atlet Rusia ketahuan menggunakan dopping pada Olimpiade Sochi 2014 lalu.

Meski begitu, 169 atlet Rusia yang sudah terdaftar masih diperbolehkan ikut bertanding. Namun mereka tidak diperkenankan membawa bendera Rusia, melainkan bendera netral.

Menanggapi dugaan ini, juru bicara Olimpiade Pyeongchang menolak memberitahu siapa dalang di balik serangan ini. Sebab menurutnya, serangan siber seperti ini memang biasa terjadi di tengah perhelatan internasional.

"Kami tidak akan memberi informasi hingga penyelidikan berakhir karena alasan keamanan," kata sang Juru bicara, seperti dikutip KompasTekno dari The Guardian, Senin (12/2/2018).

Sementara Kepala Komunikasi Komite Olimpiade, Mark Adams juga tidak tahu siapa pelaku di balik serangan. Namun ia menyatakan bahwa hal tersebut akan diumumkan pada publik jika laporan sudah lengkap. Sebagai tambahan, Mark juga memastikan bahwa saat ini sistem jaringan mereka sudah dalam kondisi aman.

Pemerintah Rusia menampik tuduhan menjadi dalang peretasan, dan menyebutkan bahwa pihaknya tidak bertanggung jawab atas serangan itu.
 
"Tidak ada bukti yang akan direpresentasikan ke seluruh dunia," kata perwakilan Kementrian Luar Negeri Rusia.


Komentar
Close Ads X