Salin Artikel

Aplikasi Clubhouse Disebut Kirim Data ke China, Bagaimana Keamanannya?

KOMPAS.com - Clubhouse adalah media sosial berbasis audio yang tengah naik daun. Belakangan terungkap bahwa data percakapan suara di layanan ini ternyata dikirim ke server yang berlokasi di China.

Hal tersebut dikemukakan oleh para peneliti siber dari Stanford Internet Observatory (SIO). Dalam laporannya, disebutkan bahwa infrastruktur backend Clubhouse disediakan oleh perusahaan China bernama Agora yang berbasis di Shanghai.

Data yang dikirimkan berupa nomor ID Clubhouse yang bersifat unik untuk masing-masing pengguna, berikut nomor ID chatroom, dalam bentuk plain text yang rawan diintip.

"Siapapun yang mengamati trafik internet bisa dengan mudah mencocokkan (nomor) ID dengan chatroom untuk melihat siapa berbicara dengan siapa," kicau SIO dalam sebuah tweet

Selain nomor ID dan chatroom yang ditransmisikan tanpa perlindungan, Agora kemungkinan juga bisa mengakses raw audio pengguna.

Temuan SIO menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan data, terutama untuk para pengguna dari China yang pemerintahnya dikenal represif terhadap kebebasan berpendapat di internet.

Agora dapat diminta menyerahkan data pengguna Clubhouse oleh pemerintah China. Agora mengklaim tidak menyimpan data dimaksud, tapi pihak pemerintah China bisa saja menyadap trafik dan mengambilnya sendiri.

Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari The Verge, Selasa (16/2/2021), juru bicara Agora menampik dengan mengatakan bahwa pihaknya tidak menyalurkan trafik audio atau video dari pengguna di luar China melalui server yang berlokasi di China.

Memang kirim data ke China

Menanggapi laporan SIO, pihak Clubhouse membenarkan bahwa untuk "sebagian kecil" trafiknya, ping jaringan yang mengandung ID pengguna memang dikirm ke server di berbagai belahan dunia, kemungkinan termasuk juga yang berlokasi di China.

Mengenai absennya proteksi data, Clubhouse juga mengatakan bakal segera menerapkan perlindungan berupa enkripsi, serta akan mencegah client Clubhouse mengirimkan ping ke server di China.

"Kami juga berencana kerja sama dengan firma keamanan data eksternal untuk meninjau dan memvalidasi perubahan-perubahan in," sebut Clubhouse.

Soal pengguna di China, Clubhouse sendiri sebenarnya sejak awal memang tidak tersedia secara resmi di negara tersebut. Clubhouse sempat muncul di App Store China saat peluncurannya pada September 2020, tapi segera dihapus pada bulan berikutnya.

Para pengguna di Negeri Tirai Bambu kemudian berhasil mengakali agar bisa mengunduh media sosial tersebut.

Dalam waktu singkat, popularitas Clubhouse melejit di China. Para penggunanya di sana sempat mendiskusikan hal-hal "terlarang" seperti demonstrasi Tiananmen yang menarik hingga ribuan partisipan.

Namun, kiprah Clubhouse di China tak berlangsung lama karena pemerintah Negeri Tirai Bambu memblokir aplikasi ini pada pekan lalu.

https://tekno.kompas.com/read/2021/02/16/18120047/aplikasi-clubhouse-disebut-kirim-data-ke-china-bagaimana-keamanannya

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.