Salin Artikel

Zuckerberg Sebagai Pemilik WhatsApp Ketahuan Pakai Aplikasi Chat Signal

Salah satu korban terdampak ternyata CEO Facebook dan pemilik WhatsApp, Mark Zuckerberg. Data pribadi miliknya ikut bocor di internet bersama ratusan juta data pengguna lain.

Priset keamanan, Dave Walker lantas iseng mengecek nomor telepon yang diyakini milik Zuckerberg tersebut.

Walker menemukan bahwa ternyata nomor tersebut teregistrasi ke aplikasi Signal, aplikasi perpesanan pesaing WhatsApp yang juga didirikan co-founder WhatsApp, Brian Acton.

Walker lantas mengunggah tangkapan layar temuannya dalam sebuah reply (balasan) twit.

"Ada beberapa aktivitas kemarin, sepertinya akun Signal yang terkait nomor tersebut telah ditutup," tulisnya.

"Sekarang saya tahu beberapa orang mencoba menghubunginya dan saya merasa hal ini akan  mengganggu," imbuh Walker.

Jika benar nomor dan akun tersebut milik Zuckerberg, belum diketahui pasti apa tujuannya membuat akun di aplikasi pesaing.

Dirangkum KompasTekno dari Android Authority, Rabu (7/4/2021), kemungkinan besar Zuck menggunakan akun Signal sekadar untuk memeriksa platform milik pesaing anak perusahaannya, WhatsApp.

Walker juga mengecek apakah bos besar Facebook Inc itu juga memiliki akun Telegram atau tidak. Namun dari pencariannya, nomor tersebut tidak ditemukan di Telegram. Pihak Facebook enggan untuk memberikan komentar terkait hal ini.

"Hal ini bukanlah hal yang perlu kami beri komentar dan tidak ada yang perlu ditambahkan," kata perwakilan Facebook.

Bukan cuma nomor telepon Zuck

Walker juga mengungkap bahwa bukan cuma nomor milik Zuckerberg saja yang bocor di internet. Dua pendiri Facebook lainnya, Chris Hughes dan Dustin Moskovitz juga bernasib sama.

Adapun data yang dimaksud mencakup beberapa informasi pribadi pengguna, seperti nama lengkap, nomor telepon, lokasi, tanggal lahir, ID Facebook, jenis kelamin, pekerjaan, asal negara, status pernikahan, hingga alamat e-mail.

Kasus kebocoran data ini pertama kali diungkap oleh Alon Gal, seorang Chief Technology Officer (CTO) dari firma intelijen kejahatan siber Hudson Rock. Kasus ini melibatkan data milik pengguna Facebook yang tersebar di 106 negara, termasuk 130.00 data pengguna asal Indonesia.

Facebook mengatakan bahwa data yang bocor baru-baru ini disebabkan oleh celah keamanan yang baru ditambal tahun 2019 lalu, tepat setahun setelah kasus Cambridge Analytica membuat geger dunia.

https://tekno.kompas.com/read/2021/04/07/10110007/zuckerberg-sebagai-pemilik-whatsapp-ketahuan-pakai-aplikasi-chat-signal

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.