Salin Artikel

Bos Intel Prediksi Kelangkaan Chip Berlangsung hingga 2023

Prediksi itu disampaikan Gelsinger saat  menyampaikan laporan pendapatan perusahaan.Gelsinger menjelaskan bahwa kelangkaan pasokan chip di pasaran turut dipengaruhi oleh tingginya permintaan konsumen terhadap produk elektronik.

Sejak pandemi Covid-19 berlangsung, masyarakat mulai beralih untuk menerapkan metode work from home (WFH). Kondisi ini kemudian memaksa konsumen untuk membeli perangkat PC dan laptop agar dapat bekerja dan belajar dari rumah.

Tingginya permintaan terhadap perangkat tersebut menyebabkan ketidak seimbangan antara permintaan dengan ketersediaan pasokan barang.

Situasi ini memberikan pengaruh besar kepada pihak produsen barang, terutama pada perusahaan penyedia chip semikonduktor karena semakin sulit untuk memenuhi permintaan komponen.

"Saat ini kita berada dalam kondisi terburuk. Keadaan akan mulai membaik mulai beberapa kuartal di tahun mendatang, namun keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan tidak akan berlangsung hingga 2023," ungkap Gelsinger.

Gelsinger memperkirakan tren permintaan terhadap perangkat PC dan laptop ini masih akan terus berlangsung hingga beberapa waktu ke depan.

Meski demikian, Intel justru mencatat sejumlah penurunan pada angka pendapatan serta penjualan perangkat PC. Selama kuartal ketiga 2021, nilai saham Intel dilaporkan turun lebih dari 8 persen akibat penyusutan pasokan chip global sebesar 2 persen.

Intel mencatat pendapatan sebesar 18,1 miliar dolar AS (sekitar Rp 256,6 triliun). Nilai tersebut tidak mencapai target yang diharapkan, yakni sebesar 18,24 miliar dolar AS (sekitar Rp 258,6 triliun)

Sementara, penjualan PC termasuk komponen chip tercatat turun 2 persen secara year-over-year (YoY) di angka 9,7 miliar dolar AS (sekitar Rp 137,5 triliun), sebagaimana dihimpun KompasTekno dari CNBC, Rabu (27/10/2021).

Penurunan juga terjadi pada segmen data center. Intel Data Center Group hanya berhasil meraih 6,5 miliar dolar AS (92,1 triliun), naik 10 YoY, namun masih di bawah target perusahaan, yakni 6,66 dolar AS (sekitar Rp 94,4 triliun.)

https://tekno.kompas.com/read/2021/10/27/16090047/bos-intel-prediksi-kelangkaan-chip-berlangsung-hingga-2023

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.