Google Kini Bayar Langsung Aplikasi Android Buatan Indonesia

Kompas.com - 07/02/2014, 14:48 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com — Google mengubah kebijakan penjualan aplikasi Android di Indonesia. Selain menampilkan harga aplikasi dengan mata uang rupiah, sekarang pengembang asal Indonesia juga bisa merilis aplikasi Android berbayar di Google Play Store.

Mulai Jumat (7/2/2014), Google sudah mau mentransfer uang hasil penjualan aplikasi Android berbayar ke rekening bank di Indonesia. Ini sangat memudahkan pengembang Indonesia dalam menjual aplikasi berbayar karena mereka tak perlu lagi berurusan dengan perantara dari negara lain.

Cukup dengan membuka rekening bank di Indonesia, dan mendaftarkannya di Play Store, maka pengembang dapat menerima transfer uang hasil penjualan aplikasi dari Google.

Pengguna Android di Indonesia sendiri mulai hari ini sudah bisa membeli aplikasi di Play Store dengan harga mulai Rp 12.000.

CEO pengembang game TouchTen, Anton Soeharyo, menyambut perubahan kebijakan yang sangat memudahkan pengembang asal Indonesia ini. "Ini perubahan yang bagus, dan kami jadi semangat untuk membuat game di Android. Kami bisa langsung tarik uang hasil penjualan dari bank di Indonesia," kata Anton saat dihubungi KompasTekno.

Sebelumnya, Google tidak mau mentransfer uang hasil penjualan aplikasi Android ke rekening bank di Indonesia. Hal ini membuat pengembang Indonesia hanya dapat melakukan registrasi dan memublikasikan aplikasi gratis di Play Store.

Sementara itu, jika ingin memublikasi aplikasi atau game berbayar, pengembang aplikasi lokal biasanya menjalin kemitraan dengan publisher aplikasi atau game dari Singapura, Hongkong, atau Amerika Serikat.

Jika menjalin kemitraan dengan publisher di luar negeri, biasanya mereka memotong keuntungan pengembang. CEO perusahaan pengembang aplikasi DyCode asal Bandung, Andri Yadi mengatakan, publisher biasanya meminta biaya sekitar 10 persen dari total 70 persen yang diterima pengembang atas aplikasi Android berbayar yang mereka jual.

"Kalau dulu untung kita jadi berkurang, jadi hanya dapat 60 persen dari hasil penjualan. Tapi sekarang developer di Indonesia sudah bisa dapat untung 70 persen, dan 30 persennya untuk Google," kata Andri.

Meski sekarang pengembang aplikasi di Indonesia sudah bisa berjualan langsung di Play Store, mereka masih harus dihadapkan pada masalah klasik dalam ekosistem Android, yaitu pembajakan aplikasi. Dalam kasus ini, dibutuhkan kesadaran pengguna untuk lebih menghargai karya dan kreativitas para pengembang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengguna Indosat Ooredoo Keluhkan Gangguan Selasa, 17 Mei Malam

Pengguna Indosat Ooredoo Keluhkan Gangguan Selasa, 17 Mei Malam

Internet
Elon Musk Ancam Tak Lanjutkan Akuisisi Twitter Gara-gara Akun Bot dan Spam

Elon Musk Ancam Tak Lanjutkan Akuisisi Twitter Gara-gara Akun Bot dan Spam

e-Business
Cara Aktifkan Izin Lokasi untuk Daftar Prakerja Gelombang 29 di HP Android, iPhone, dan Laptop

Cara Aktifkan Izin Lokasi untuk Daftar Prakerja Gelombang 29 di HP Android, iPhone, dan Laptop

e-Business
Oppo A16K Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Rp 2 Jutaan

Oppo A16K Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Rp 2 Jutaan

Gadget
Apple Rilis iOS 15.5 dan iPadOS 15.5, Ini Fitur Barunya

Apple Rilis iOS 15.5 dan iPadOS 15.5, Ini Fitur Barunya

Software
Samsung Galaxy Z Flip 4 dan Z Fold 4 Disebut Sudah Masuk Tahap Produksi

Samsung Galaxy Z Flip 4 dan Z Fold 4 Disebut Sudah Masuk Tahap Produksi

Gadget
Elon Musk Tunda Pembelian Twitter gara-gara Akun 'Bot', Bos Twitter Menjelaskan

Elon Musk Tunda Pembelian Twitter gara-gara Akun "Bot", Bos Twitter Menjelaskan

Internet
Infinix Note 12 VIP Meluncur dengan Pengisi Daya Cepat 120 Watt

Infinix Note 12 VIP Meluncur dengan Pengisi Daya Cepat 120 Watt

Gadget
Apex Legends Mobile Meluncur Global, Pemain di Indonesia Wajib Download Ulang

Apex Legends Mobile Meluncur Global, Pemain di Indonesia Wajib Download Ulang

Software
Jadwal Pertandingan Timnas Mobile Legends Indonesia di SEA Games 2021, Mulai Besok 18 Mei

Jadwal Pertandingan Timnas Mobile Legends Indonesia di SEA Games 2021, Mulai Besok 18 Mei

Software
Klasemen PUBG Mobile SEA Games 2021, Timnas Indonesia 'Belum Panas'

Klasemen PUBG Mobile SEA Games 2021, Timnas Indonesia "Belum Panas"

Internet
Menhub Budi Karya Pamer Keberhasilan Penanganan Mudik Lebaran 2022 di Changi Aviation Summit

Menhub Budi Karya Pamer Keberhasilan Penanganan Mudik Lebaran 2022 di Changi Aviation Summit

Internet
Samsung Luncurkan Galaxy Tab S6 Lite versi 2022, Siap Masuk Indonesia?

Samsung Luncurkan Galaxy Tab S6 Lite versi 2022, Siap Masuk Indonesia?

Gadget
Elon Musk Debat dengan Jack Dorsey soal Algoritma Twitter

Elon Musk Debat dengan Jack Dorsey soal Algoritma Twitter

Internet
Resmi Dibuka, Changi Aviation Summit Jadi Momentum Kebangkitan Penerbangan

Resmi Dibuka, Changi Aviation Summit Jadi Momentum Kebangkitan Penerbangan

e-Business
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.