Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 19/02/2014, 11:26 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorWicak Hidayat
JAKARTA, KOMPAS.com — Konsep "Internet of Things" banyak digaungkan belakangan ini, di mana perangkat-perangkat dalam kehidupan manusia akan terhubung ke jaringan internet. Bersama itu, bermunculan pula alat-alat rumah tangga "pintar", seperti TV pintar atau kulkas cerdas.

Namun, di balik itu ada bahaya yang mengintai. Setiap perangkat yang terhubung ke internet memiliki celah keamanan yang dapat dieksploitasi oleh hacker. Alat di luar komputer, seperti TV misalnya, pun tak luput dari risiko ini. Banyak pengguna yang menggunakan alat-alat tersebut untuk melakukan kegiatan penting tanpa menyadari ancaman yang ada.

Hal itu disampaikan oleh wakil presiden wilayah Asia Tenggara lembaga sekuriti Symantec, Eric Hoh, ketika berbicara dalam acara konferensi pers Symantec Symposium 2014 di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (18/2/2014).

"Contohnya, saya sendiri sering mengecek rekening bank lewat TV karena merasa nyaman dengan layarnya yang besar. Masalahnya adalah orang-orang tak menyadari bahwa data mereka bisa dicuri lewat koneksi online oleh peretas," ujar Hoh.

Apabila terjadi serangan, lanjut Hoh, yang disasar hacker bukanlah perangkat-perangkat "pintar" itu sendiri, melainkan informasi yang disampaikan pengguna melalui berbagai layanan online. Informasi ini bisa berupa nomor kartu kredit, jaminan sosial, dan lain sebagainya.

Di sisi lain, alat macam kulkas pintar tentu tak bisa dengan mudah dipasangi antivirus. Update software pun bisa dipertanyakan kesinambungannya. Maka dari itu, Hoh menjelaskan bahwa metode pengamanan lain perlu diterapkan untuk mengurangi risiko serangan terhadap smart devices yang terhubung ke internet.

"Kami sedang mengeksplorasi kemungkinan bekerja sama dengan produsen cip untuk menanam fitur keamanan di dalam prosesor yang digunakan perangkat pintar. Symantec, misalnya, selama ini memiliki hubungan dekat dengan Intel. Kami berharap bisa menelurkan produk seperti itu," papar Hoh.

Dengan mengintegrasikan fitur keamanan di dalam cip, nantinya diharapkan risiko serangan hacker terhadap TV, kulkas pintar, dan para kerabatnya bisa dikurangi. Untuk saat ini, tak ada salahnya sedikit berhati-hati saat memasukkan informasi penting menggunakan perangkat-perangkat tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.