Kompas.com - 22/05/2014, 08:16 WIB
Motorola Moto 360, produk jam tangan pintar yang berjalan dengan sistem operasi Android Wear buatan Google. Sistem operasi tersebut didesain khusus untuk perangkat pintar yang bisa dipakai di tubuh manusia (wearable device). GoogleMotorola Moto 360, produk jam tangan pintar yang berjalan dengan sistem operasi Android Wear buatan Google. Sistem operasi tersebut didesain khusus untuk perangkat pintar yang bisa dipakai di tubuh manusia (wearable device).
Penulis Oik Yusuf
|
EditorWicak Hidayat
Ilustrasi wearable device berbentuk jam yangan pintar

KOMPAS.com - Trend gadget yang dikenakan di tubuh (wearable device) semakin mengemuka dengan semakin banyaknya jenis perangkat dari vendor yang terjun ke segmen tersebut.

Intel pun tak mau ketinggalan, namun pabrikan chip ini rupanya punya kriteria tersendiri soal wearable device yang dipandang "ideal".

"Kami ingin membuat wearable device yang benar-benar bisa memecahkan suatu permasalahan tertentu, ketimbang hanya menjadi alat yang fashionable," ujar Direktur Pemasaran Intel untuk Wilayah Asia Pasifik dan Jepang, Anuj Dua, da lam wawancara dengan sejumlah media di Jakarta, Rabu (21/5/2014).

Dua menjelaskan bahwa Intel menganut pendekatan utilitarian dalam merancang wearable device. Perangkat yang senantiasa terpasang di tubuh dipandang mesti memiliki kegunaan praktis.

"Siapapun bisa bikin smartwatch yang keren, tapi pada akhirnya harus bisa berguna buat si pemilik," imbuh Dua.

Lalu, apa yang dimaksud dengan wearable device "berguna"? Dua memberi contoh jam tangan pintar yang tak harus terkoneksi ke internet untuk bisa bekerja.

"Kalau jam tangan tersebut bisa melakukan offload untuk  membantu saya lewat Google Maps (dengan peta offline) saat nyasar di daerah tanpa koneksi internet, saya pikir itulah yang disebut berguna", katanya lagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dua juga memberi contoh perangkat "earbud pintar" yang diperkenalkan Intel pada CES 2014 awal Januari lalu.  Alat ini bisa berfungsi layaknya baby monitor yang mengingatkan orang tua tentang keadaan anak mereka.

Salah satu kelebihan wearable device dibanding perangkat mobile lain, menurut Dua, adalah sifatnya yang terus terpasang di tubuh pengguna. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk memonitor kondisi tubuh lewat serangkaian sensor, misalnya detak jantung dan sleep monitor.

"Mengenai smartwatch, saya pikir terjadi persilangan antara biologi dan teknologi yang akan mendatangkan berbagai jenis penerapan untuk wearable device. Bentuknya pun tak melulu harus jam, bisa perangkat yang dikenakan di kepala, di telinga, atau di kaki," tandas Dua.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.