Kompas.com - 04/06/2014, 11:10 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorWicak Hidayat
TAIPEI, KOMPAS.com - Setelah kejayaan smartphone, segmen wearable device alias perangkat yang dikenakan di tubuh mulai menghangat. Berbagai vendor mulai meluncurkan wearable device andalan masing-masing, mulai dari Samsung, Sony, hingga merek-merek lokal Indonesia seperti SpeedUp.

Seolah tak mau ketinggalan tren baru, si raksasa pabrikan chip, turut memperkenalkan perangkat wearable device miliknya sendiri pada pameran CES 2014 awal tahun ini. Sedikit berbeda dari pabrikan lain, Intel memiliki visi sendiri mengenai konsep ideal perangkat wearable device di masa depan.

Tom Foldesi, Direktur Senior Grup New Devices Intel, menjabarkan visi tersebut lewat lima "ide" untuk wearable device.

1. Unik

"Yang pertama, teknologinya harus unik," kata Foldesi dalam media roundtable pada ajang Computex 2014, Taiwan, Selasa (3/6/2014) yang dihadiri wartawan Kompas.com, Oik Yusuf.

Maksud Foldesi, wearable device hendaknya bisa berdiri sendiri tanpa perlu tersambung ke PC ataupun smartphone untuk bisa berfungsi. "Kami tak mencoba mengecilkan PC lalu memasangnya ke tubuh pengguna," kata Foldesi, menegaskan bahwa wearable device merupakan kategori produk yang berbeda dari yang sudah ada sebelumnya.

2. Solusi

Kedua, Intel beranggapan bahwa wearable device sebaiknya mampu meningkatkan kualitas hidup, dalam artian bisa menawarkan solusi untuk permasalahan tertentu. Dia mencontohkan wearable device berupa mainan yang dapat memantau kondisi bayi, lalu meneruskan data tersebut ke orang tua untuk keperluan pengawasan.

3. Fashionable

Yang tak kalah penting, poin ketiga, adalah aspek fashion dari wearable device bersangkutan, mengingat perangkat tersebut bakal dikenakan di tubuh pengguna. Foldesi mengatakan bahwa desain telah menjadi aspek yang sangat penting penting dari perangkat elektronik masa kini, mulai dari pemutar musik iPod hingga headphone Beats Audio.

4. Cloud

Setelah itu, Foldesi mengatakan bahwa wearable device harus terkoneksi dan mampu memanfaatkan jaringan cloud computing. Hal ini sebenarnya sudah mulai dilakukan sekarang, namun dia mengatakan bahwa masih banyak kemungkinan yang bisa dimanfaatkan di masa mendatang.

"Bayangkan jaket pintar, atau tas punggung pintar untuk anak sekolah. Para orang tua bisa mengawasi keberadaan dan kondisi anak-anak mereka di sekolah," ujar Foldesi.

5. Mengubah

Terakhir, dia mengemukakan ide wearable device yang mengubah pengalaman pengguna tentang sesuatu, misalnya baju seragam atau sepatu sepak bola yang bisa memantau kondisi pemain di lapangan, mulai detak jantung hingga pernapasan. "Ini akan mengubah cara pelatih, bahkan penonton, dalam berinteraksi dengan pemain," kata Foldesi.

Intel mendirikan grup perusahaan baru bernama New Devices Group yang dikepalai Foldesi pada pertengahan tahun lalu, khusus untuk menggarap proyek-proyek wearable device.

Produsen chip ini juga bekerjasama dengan merek-merek aksesori dan pakaian seperti Oakley dan Nike untuk keperluan pengembangan wearable device yang dijanjikan akan mulai tersedia dalam beberapa waktu ke depan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.