Analis Jaringan Bak Pisau Bermata Dua

Kompas.com - 04/06/2014, 13:22 WIB
Satriyo Pamungkas, Indonesia Country Manager Riverbed (kiri), dan Gerald Combs, Director of Open Source Projects Riverbed, dalam acara jumpa pers, Selasa (3/6). Kompas/Didit Putra Erlangga Raharjo Satriyo Pamungkas, Indonesia Country Manager Riverbed (kiri), dan Gerald Combs, Director of Open Source Projects Riverbed, dalam acara jumpa pers, Selasa (3/6).
|
EditorWicak Hidayat
JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah maraknya isu keamanan jaringan menyusul insiden Edward Snowden dengan penyadapan yang dilakukan Badan Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat, muncul kekhawatiran berlebihan mengenai keamanan data yang dikirimkan melalui internet. Peran analis jaringan pun tidak ketinggalan, dianggap sebagai celah bagi pihak untuk masuk, mengintip transmisi data, dan berbuat hal yang negatif.

Namun pandangan tersebut ditepis oleh Satriyo Pamungkas, Indonesia Country Manager Riverbed, dan Gerald Combs, Director of Open Source Projects Riverbed, di tengah roadshow di Jakarta, Selasa (3/6). Menurut Satriyo, analisa jaringan yang dilakukan pihaknya memang mengharuskan untuk mengamati lalu lintas paket data sebuah server, mengambil snapshot untuk dianalisa demi mencari masalah atau efisiensi.

"Namun bukan berarti kami bisa melihat seluruh informasi yang berlalu lalang karena ada enkripsi, kecuali bila admin-nya teledor dan membuka celah," ujar Satriyo.

Riverbed adalah perusahaan penyedia jasa analisa paket jaringan yang menggunakan platform bernama Wireshark yang sifatnya open source, salah satunya dikembangkan oleh Combs sendiri. Wireshark memang bisa diunduh secara gratis dengan jumlah 500.000 kali unduhan per bulan tapi Riverbed menyediakan layanan bersifat komersil dengan dukungan perangkat keras dan perangkat lunak yang khusus ditujukan memenuhi kebutuhan klien mereka.

Dengan penganalisa jaringan seperti Wireshark, kode angka dari paket data yang berlalu lalang bisa dibaca lebih mudah. Meski terdengar gampang, untuk menguasai protokol ini membutuhkan pelatihan khusus.

Menurut Combs, yang terjadi justru analis jaringan disebut bisa mengakses lalu lintas data tapi keberadaan mereka dibutuhkan untuk memastikan jaringan efektif dan aman. Tanpa analisa jaringan, peluang muncul masalah dari bug Heartbleed atau aktivitas yang tidak normal akan segera terdeteksi.

Hingga kini, ujarnya, Wireshark sebagai platform analisa paket jaringan tetap dipercaya dengan dukungan ribuan komunitas dari seluruh dunia yang terus menyempurnakan protokol ini. (eld)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Caption: Satriyo Pamungkas, Indonesia Country Manager Riverbed (kiri), dan Gerald Combs, Director of Open Source Projects Riverbed, dalam acara jumpa pers, Selasa (3/6).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.