Pendiri WhatsApp Bicara Libur dan Mati Rasa

Kompas.com - 05/06/2014, 17:27 WIB
|
EditorWicak Hidayat

Hal sama dari sisi akuntansinya, ia berhadapan dengan banyak auditor dan ahli akuntansi yang harus mengubah pembukuan WhatsApp agar cocok dengan Facebook. Padahal, bagi Acton dan Koum, mereka hanya ingin memfokuskan diri pada pengembangan produk.

Hal itu yang, ujar Acton, ditegaskan Mark Zuckerberg dan Sherryl Sandberg pada mereka. "Mark dan Sherryl bilang, kami bisa fokus pada pertumbuhan dan melayani pengguna. Mereka yang akan urus hal-hal lainnya. Saya dan Jan (Koum) memang maunya begitu," ujar Acton.

Startx/Paul Sakuma Brian Acton, pendiri WhatsApp.


Pilihan

Acton mengatakan WhatsApp lebih memilih akuisisi daripada melepas sahamnya ke bursa karena prosesnya relatif lebih sederhana. "Saya kagum dengan Mark (Zuckerberg) yang sudah melalui proses (go public). Itu bukan hal mudah," katanya.

Sebagai perbandingan, Acton mengatakan proses akuisisi membutuhkan sekitar 6 bulan. Sedangkan untuk melantai di bursa, minimal butuh waktu 18 bulan.

Ia pun memuji Mark yang selain menjalankan Facebook juga memimpin berbagai gerakan, seperti Internet.org atau soal perubahan hukum imigrasi di California. "Banyak sekali yang ia lakukan, saya sampai heran, kapan orang ini bisa tidur?"

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam kemunculannya di StartX, Acton juga mengungkapkan bagaimana ia memilih menjadi rekanan dengan Jan Koum. Mereka, tuturnya, sudah berkenalan sejak 1997 dan mulai bersahabat sejak itu.

Acton mengaku mengagumi banyak hal dari Koum. Meskipun ia juga mengatakan mereka berdua tak akan segan-segan bertengkar dan beradu argumen soal hal-hal tertentu.

Ada satu kejadian yang diingat Acton tentang Koum. Suatu hari Acton dan pasangannya akan pergi ke Utah, dan mereka harus berangkat pagi-pagi sekali ke bandara. Tiba-tiba, di pagi itu, taksi yang mereka pesan tidak datang. Acton pun menelepon Koum, dan tanpa banyak tanya sahabatnya itu segera datang dengan mobilnya dan mengantar mereka ke bandara.

Inti dari cerita itu? "Goddamit! Dia itu orang yang bisa saya andalkan. Kami mungkin bisa bertengkar seperti suami-istri, tapi pada akhirnya kami selalu bisa menemukan cara untuk menyelesaikannya," papar Acton.

Perbincangan dengan Acton di StartX disiarkan secara langsung melalui YouTube pada Rabu malam waktu setempat (Kamis, 5 Juni 2014 pagi WIB). Video rekaman perbincangan ini juga akan disediakan di YouTube.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.