Review: OnePlus One, Layak Berjuluk "Nexus Killer"

Kompas.com - 03/02/2015, 10:56 WIB
OnePlus One dalam genggaman Reska K. Nistanto/KOMPAS.comOnePlus One dalam genggaman
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - OnePlus One, smartphone yang digadang-gadang sebagai "Pembunuh Nexus" ini akhirnya resmi dipasarkan di Indonesia melalui situs belanja online pada Selasa (27/1/2015).

OnePlus One merupakan kolaborasi antara OnePlus, perusahaan smartphone asal Tiongkok, dengan Cyanogen, perusahaan rintisan (startup) yang terkenal akan custom ROM Android-nya.

OnePlus One sudah beredar sejak Juni 2014 lalu, mayoritas konsumennya adalah di Tiongkok. Indonesia menjadi salah satu negara yang disasar OnePlus karena basis komunitasnya di sini semakin kuat.

Smartphone ini sangat disukai penggemar Android karena memiliki spesifikasi yang tergolong tinggi, namun dengan banderol harga yang nyaris separuhnya.

Benarkah OnePlus mampu memenuhi harapan penggemarnya? KompasTekno berkesempatan menguji produk ini, berikut ulasannya.

Desain

OnePlus One mengusung desain yang sederhana, bingkai layar 5,5 inci memiliki bentuk persegi panjang dengan kedua ujung atas dan bawah yang sedikit melengkung. Aksen krom mempercantik tepian bingkai layarnya.

Bodi OnePlus One juga menganut desain unibody, artinya smartphone dan baterai menjadi satu. Penutup belakangnya juga tidak bisa dilepas.

Tidak ada tombol fisik di deretan bawah bingkai, OnePlus menyediakan tombol softkey untuk Home, Back, dan Menu. Sementara tombol fisik yang disediakan hanyalah tombol daya yang sekaligus berfungsi sebagai tombol lockscreen di sisi kanan smartphone, serta tombol Volume di sisi kiri.

Tombol ini memiliki desain yang ramping dan pipih, mengikuti alur tepian OnePlus, sehingga dari depan nampak samar.

Ketebalan smartphone secara keseluruhan berukuran 8,9 mm. Namun OnePlus membuat punggung OnePlus melengkung dengan bagian kedua tepinya yang lebih tipis.

Secara ergonomi, bagian belakang terasa nyaman di telapak tangan, ditambah lagi dengan tekstur sandstone (batu kali) yang digunakan OnePlus, sehingga smartphone tidak terasa licin di telapak tangan atau mudah lepas saat digenggam.

Namun, karena bagian sisinya tetap menggunakan desain bersiku, bukan melengkung seperti dalam iPhone 6 atau Xperia Z3, smartphone tetap terasa "tajam" di sisi-sisinya saat digenggam erat di telapak tangan.

Hardware dan software

Dari sisi hardware, OnePlus One mengusung spesifikasi yang unggul. Sebagai contoh adalah prosesor Qualcomm Snapdragon 801 yang tergolong kencang dan relatif baru.

CPU yang dipasang juga memiliki clock yang tergolong tinggi, quad-core 2,5 GHz Krait 400. Untuk pemrosesan grafis, OnePlus memiliki GPU Adreno 330. Jumlah memori RAM yang dimiliki tergolong tinggi untuk smartphone sekelasnya, yaitu 3 GB.

Spesifikasi seperti itu lazim ditemui di smartphone-smartphone premium yang diluncurkan pada akhir tahun 2014 lalu, seperti Sony Xperia Z3 dan Samsung Galaxy S5.

Namun, walau mengusung spesifikasi kelas premium, OnePlus membanderol harga smartphone-nya hampir setengah dari harga smartphone-smartphone premium dengan spesifikasi yang mirip. 

Jika Xperia Z3 dan Samsung Galaxy S5 dijual dengan harga kisaran Rp 8 jutaan di Indonesia, maka OnePlus One dijual dengan harga kisaran Rp 4,5 juta saja.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X