Lewat Nomor Telepon, Twitter Cegah Pelecehan

Kompas.com - 01/03/2015, 10:15 WIB
Ilustrasi Telegraph.co.ukIlustrasi
Penulis Deliusno
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com - Twitter terus "memerangi" tindakan bully atau pelecehan di situs linimasa miliknya. Belum lama ini, layanan media sosial tersebut baru saja mengumumkan, telah meningkatkan fitur keamanan sebagai upaya untuk mengurangi kedua hal tersebut.

"Kami merampingkan proses pelaporan pelecehan di Twitter baru-baru ini; sekarang kami membuat peningkatan serupa di seputar pelaporan konten lain, termasuk akun tiruan, self-harm, dan berbagai informasi pribadi & rahasia," tulis Tina Bhatnagar, Vice President User Services Twitter, dalam blog resmi perusahaan, Jumat (27/2/2015).

Twitter sendiri tidak merinci pembaruan apa yang dilakukan untuk mencapai tujuannya itu. Akan tetapi, media The Verge berhasil mendapatkan salah satu informasi perihal pembaruan tersebut.

Menurut The Verge, yang dikutip KompasTekno, Minggu (1/3/2015), Twitter akan mengandalkan nomor telepon pengguna untuk melacak apakah ia pernah menggunakan akun bermasalah atau tidak.

Twitter sendiri tidak pernah meminta nomor telepon pengguna saat membuat sebuah akun di Twitter. Lantas, bagaimana cara mereka untuk mencegah pelecehan di Twitter?

Jika ada sebuah akun yang sedang di-ban dalam kurun waktu tertentu, Twitter akan meminta si pemilik akun untuk memberitahu alamat e-mail dan juga nomor telepon. Dengan memberikan dua informasi tersebut, Twitter akan segera mencabut masa ban tersebut.

Si pemilik akun bermasalah tersebut bisa saja membuat akun Twitter baru. Akan tetapi, saat ia kembali melakukan pelecehan akun lain, pihak Twitter bisa langsung menanyakan alamat e-mail dan nomor telepon. Apabila kedua informasi tersebut ada dalam database akun bermasalah, Twitter akan langsung menghapus akun tersebut secara permanen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa waktu lalu, Dick Costolo, CEO Twitter, memang berjanji untuk meningkatkan fitur pelaporan pelecehan. Perusahaan tersebut pun bergerak cepat dengan menghadirkan beberapa fitur pelaporan pelecehan pada akhir tahun lalu.

Sejak hadirnya sistem pelaporan baru ini, pihak Twitter mengungkapkan bahwa mereka bekerja semakin keras untuk melakukan ban terhadap akun bermasalah.

"Secara keseluruhan, kami sekarang meninjau lima kali lebih banyak laporan pengguna dari yang pernah dilakukan sebelumnya, dan tim dukungan kami meningkat tiga kali lipat yang difokuskan pada penanganan laporan penyalahgunaan," kata Bhatnagar.



Sumber The Verge

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.