Hugo Barra: Strategi "Umur Panjang" Xiaomi Susah Ditiru

Kompas.com - 02/04/2015, 10:39 WIB
Hugo Barra, VP Global Xiaomi, menunjukkan Redmi 2 yang baru saja dirilis, Rabu (1/4/2015) Reska K. Nistanto/KOMPAS.comHugo Barra, VP Global Xiaomi, menunjukkan Redmi 2 yang baru saja dirilis, Rabu (1/4/2015)
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - Vendor-vendor smartphone besar, seperti Sony dan Samsung berencana untuk menerapkan strategi pemasaran baru, yaitu memperpanjang umur produk mereka di pasar.

Samsung seperti diberitakan sebelumnya, juga akan memangkas jumlah model smartphone-nya yang dirilis dalam kurun satu tahun antara 25 hingga 30 persen. Hal itu dilakukan agar Samsung bisa bersaing dengan model-model smartphone murah.

Sementara, Sony mulai mengubah strategi peluncuran produk baru yang semula enam bulan sekali menjadi satu ahun sekali pada 2015 ini. Indikasi itu terlihat karena smartphone premiumnya, Xperia Z4 hingga kini belum juga dirilis oleh Sony.

Sebelumnya, vendor smartphone asal Jepang itu telah merilis Xperia Z3 pada September 2014 lalu. Pun dengan Xperia Z2 yang dirilis enam bulan sebelumnya.

Strategi memperpanjang umur produk (life cycle) semacam itu selama ini telah diterapkan oleh vendor smartphone Tiongkok, Xiaomi. Sebagai contoh adalah varian perangkat Redmi yang hingga kini telah berumur dua tahun.

Menurut Vice President Global Xiaomi, Hugo Barra, akan sangat susah bagi sebuah perusahaan untuk menjaga agar produknya selalu tetap bertahan.

"Anda tidak bisa begitu saja membuat produk yang bisa bertahan selama 18 hingga 20 bulan," ujar Hugo dalam wawancara eksklusif dengan KompasTekno di Jakarta, Rabu (1/4/2015).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Butuh komitmen dan tim riset yang kuat yang bisa memilih komponen produk yang bisa di-upgrade hingga 2 tahunan, kami (Xiaomi) tidak hanya memikirkan komponen saja, namun juga evolusinya ke depan termasuk software," imbuh Hugo.

Hugo mencontohkan Redmi 2 yang menjadi upgrade dari Redmi 1S. Perangkat tersebut langsung mendapat upgrade prosesor Snapdragon 410 begitu prosesor tersebut tersedia dari Qualcomm.

Redmi 2 yang telah mendapat prosesor baru tersebut juga langsung dipasarkan ke beberapa negara termasuk Indonesia, beberapa bulan saja setelah resmi meluncur di Tiongkok.

Sebagai informasi, Redmi 2 pertama kali diluncurkan Xiaomi di Tiongkok pada Januari 2015. Smartphone entry level Xiaomi tersebut mulai resmi dipasarkan di Indonesia pada pertengahan April mendatang.

Saat ditanya apakah akan sulit bagi vendor-vendor lain yang ingin mencontoh gaya Xiaomi dalam merilis produk, Hugo tidak mau berkomentar. Yang pasti menurutnya, butuh banyak usaha untuk membuat produk yang bisa bertahan cukup lama, dan ke depannya masih bisa di-upgrade.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X