Mengapa Investor Asing Sasar Startup Lokal?

Kompas.com - 15/04/2015, 09:52 WIB
Para investor asing beberkan alasan berinvestasi di startup Indonesia, Selasa (14/4/2015) di Balai Kartini, Jakarta. Fatimah Kartini Bohang/Kompas.comPara investor asing beberkan alasan berinvestasi di startup Indonesia, Selasa (14/4/2015) di Balai Kartini, Jakarta.
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan rintisan digital (startup) mulai mewabah di Indonesia beberapa tahun terakhir. Fenomena ini timbul seiring dengan kemajuan teknologi dan tuntutan masyarakat atas hidup yang lebih praktis.

Misalnya Gojek, startup yang memanfaatkan teknologi untuk memudahkan masyarakat dalam pemesanan taksi motor atau ojek. Adapula Traveloka, startup yang memudahkan para pecinta perjalanan dalam mencari dan memesan tiket murah.

Cita-cita besar startup agar bisa terwujud butuh suntikan dana investor. Sebab, startup adalah perusahaan pemula yang modalnya tak banyak. Kolaborasi startup dan investor bakal menciptakan ekspansi layanan yang lebih besar dengan penawaran kemudahan yang masif pula.

Beberapa tahun terakhir, investor asing mulai melirik dan memperhitungkan kiprah startup lokal. Oktober tahun lalu, startup marketplace Tokopedia mendapat suntikan dana Rp 1,2 triliun dari investor global SIMI & Sequoia Capital.

Beberapa startup yang sukses di pasaran, seperti Bukalapak.com, juga mendapat kucuran dana dari investor internasional.

Menurut Co-founder & Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca, startup di Indonesia sedang berada di waktu yang tepat untuk dijadikan lahan berinvestasi.

"Populasinya besar, penetrasi internetnya semakin lebar, dan startup sedang bertumbuh banyak. Semuanya terjadi bersamaan di waktu yang tepat," kata Willson di sela-sela konferensi developer dan startup Echelon 2015, Selasa (14/4/2015), di Balai Kartini, Jakarta.

Menurut Cuaca, waktu adalah elemen penting dalam berinvestasi di suatu wilayah pasar. "Produk yang sangat baik dengan pengemasan yang memukau tak cukup jika waktunya tak tepat. Berinvestasi tak boleh terlalu cepat ketika pasar belum siap. Tak boleh juga terlalu lama, namun harus tepat saat pasar siap," demikian Willson menjelaskan.

Hal ini diamini para pemilik modal lain dalam kesempatan yang sama. Managing Partners 500 Startups Khailee Ng mengungkap, Indonesia merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang paling potensial.

Saat ini, 500 Startups telah mendanai lima startup lokal dalam kurun waktu setahun. Di antaranya GrabTaxi, startup untuk pemesanan taksi. "Banyak yang belum digarap di sini," kata Khailee Ng.

Stefan Jung dari Monk's Hill Venture juga mengungkapkan perspektifnya atas bursa startup Indonesia. Menurutnya, ke depan, startup Indonesia bakal terus berkembang seiring dengan makin banyak investor asing yang masuk.

Ke depan, tantangan yang harus dilalui para pendiri startup adalah bagaimana menggodok startup yang bermanfaat dan inovatif.

Dalam hal ini, Cuaca mengatakan, para pendiri harus mampu berpikir dengan kacamata global dan dipadukan dengan eksekusi lokal.

"Pendiri startup yang cerdas harus berpikir global dan selalu berinovasi. Semua hal saat ini berubah dengan cepat. Kemampuan adaptasi adalah yang terpenting. Tentu, ini harus dikombinasikan dengan pendekatan pasar lokal," kata Cuaca.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.