Kembaran iPhone 4S Pakai "iOS 8" Ditemukan di Pasaran

Kompas.com - 26/06/2015, 14:43 WIB
Penulis Deliusno
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Meski sudah menjadi seri yang cukup lawas, iPhone 4s ternyata masih cukup laris untuk ditiru di Tiongkok. Buktinya, pihak aparat negara tersebut masih menemukan puluhan iPhone versi "KW" di supermarket.

Seperti KompasTekno kutip dari Ubergizmo, Kamis (25/6/2015), pihak kepolisian wilayah Tongzhou Liyuan menyita setidaknya 30 iPhone 4s dari supermarket lokal.

Uniknya, berbeda dari kebanyakan smartphone tiruan lain, "kembaran" iPhone 4s tersebut dikabarkan menggunakan sistem operasi resmi buatan Apple, iOS 8.

Sekadar informasi, biasanya, smartphone tiruan yang ditemukan di Tiongkok berjalan di sistem operasi Android yang dilengkapi theme iOS.

Meskipun begitu, kabar penggunaan iOS tersebut diduga kurang akurat. Pasalnya, hingga saat ini, masih belum ada perangkat lain di luar iPhone yang dikatakan bisa menggunakan iOS. Sistem operasi mobile buatan Apple tersebut dikenal memiliki sistem keamanan yang cukup kuat sehingga belum bisa dipakai di produk lain, selain perangkat Apple.

Ada kemungkinan, iPhone 4s bajakan tersebut menggunakan theme iOS 8 yang benar-benar mirip dengan aslinya, sehingga disalahartikan sebagai sistem operasi original Apple tersebut.

iPhone 4s tiruan itu sendiri dikatakan memiliki bentuk desain yang tidak jauh berbeda dari versi original. Hanya saja, si pembuat produk palsu itu melengkapinya dengan komponen yang benar-benar berbeda.

Peminat dari perangkat palsu tersebut pun dikatakan bakal sulit untuk membedakan dengan iPhone 4s asli. Selain menggunakan iOS 8, versi "KW" tersebut dijual menggunakan kotak penjualan yang sangat mirip dengan aslinya.

Selain itu, aksesori yang melengkapinya, seperti earphone dan charger, dibuat semirip mungkin dengan aslinya.

Aparat Tiongkok sendiri dikatakan sudah menangkap pihak yang dianggap paling bertanggung jawab untuk masalah pemalsuan iPhone 4s ini.

Pihak pengadilan sudah menjatuhkan hukuman denda yang cukup besar bagi si pemalsu, yakni setara 16.300 dollar AS atau sekitar Rp 217 juta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Ubergizmo

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.