Semula Menentang, Telkom Kini Dukung Balon Internet Google

Kompas.com - 29/10/2015, 15:52 WIB
Menkominfo Rudiantara (tengah) bersama Dirut Telkomsel Ririek Adriansyah, Dirut XL Axiata Dian Siswarini, Presdir Indosat Alexander Rusli, dan Mike Cassidy, Project Leader Project Loon di Google X dalam acara peresmian kesepakatan masuknya Google Loon ke Indonesia, Rabu (28/10/2015). Wicak Hidayat/KOMPAS.comMenkominfo Rudiantara (tengah) bersama Dirut Telkomsel Ririek Adriansyah, Dirut XL Axiata Dian Siswarini, Presdir Indosat Alexander Rusli, dan Mike Cassidy, Project Leader Project Loon di Google X dalam acara peresmian kesepakatan masuknya Google Loon ke Indonesia, Rabu (28/10/2015).
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) mendukung rencana penerapan Project Loon atau dikenal juga sebagai balon internet Google di Indonesia. Terutama karena mereka bekerja sama dengan operator dan memperluas akses ke wilayah terpencil.

Sebelumnya, Telkom diberitakan menolak rencana pemerintah menghadirkan balon internet Google mengudara di Indonesia. Kehadiran penyebar internet milik Google ini dianggap bisa merugikan industri telekomunikasi di Indonesia.

Kesepakatan uji coba teknis Project Loon baru saja ditandatangani bersama dengan tiga operator utama Indonesia, yaitu Telkomsel, XL, dan Indosat. Rencananya pada tahun 2016, balon tersebut akan menghadirkan akses internet di daerah tertentu.

Vice President Corporate Communication Telkom, Arif Prabowo mengatakan kehadiran anak usaha mereka, Telkomsel sebagai salah satu pihak yang menandatangani perjanjian mewakili dukungan perusahaan pelat merah itu terhadap Google Loon.

Dia menambahkan, balon internet tersebut akan sangat berguna jika difungsikan sebagai jalur akses internet di daerah-daerah terpencil.

Soal akses ke daerah terpencil, Indonesia saat ini sedang membangun Palapa Ring. Proyek tersebut merupakan infrastruktur jaringan kabel optik yang menyambungkan seluruh Tanah Air dan diantaranya dibangun oleh Telkom.

"Setelah membangun (Palapa) Ring tidak serta merta berhenti, karena untuk mencapai pelanggan masih membutuhkan jaringan akses seperti base transceiver station (BTS). Dengan posisi masih memerlukan jaringan akses, saya rasa ini (Project Loon) justru mendukung akes ke pelanggan. Jadi saling melengkapi," ujarnya saat dihubungi KompasTekno, Kamis (29/10/2015).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Caranya sudah sesuai, bekerja sama dengan operator dan pioritas ke daerah terpencil. Operator memang kesulitan membangun di daerah terpencil dan dengan adanya Project Loon bisa membantu penetrasi internet juga," imbuhnya.

Dengan situasi demikian, menurutnya tak ada masalah pada masukknya Project Loon ke Indonesia. Namun dari aspek bisnis, Arif mengaku belum bisa memperkirakan pengaruhnya.

"Kita lihat dulu 2016 nanti. Lagipula kan masih uji coba," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X