Sindiran "Bakar Hutan Tidak Merusak" Berlanjut via #LogikaPakHakim

Kompas.com - 06/01/2016, 17:36 WIB
Meme #LogikaPakHakim istMeme #LogikaPakHakim
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com — Protes netizen terhadap keputusan Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palembang, Parlas Nababan, masih berlanjut.

Setelah membuat meme sindiran dan mengunggahnya di jejaring sosial, kali ini para tweeps (pengguna Twitter) di Indonesia ramai-ramai menggunakan tanda pagar atau tagar #LogikaPakHakim.

Berdasarkan pantauan KompasTekno, tagar ini mulai muncul pada Selasa (5/1/2016) malam. Mereka menulis kata-kata yang menyindir Hakim Parlas Nababan.

Jika Parlas lebih kurang mengatakan bahwa membakar hutan tidak merusak lingkungan karena bisa ditanami lagi, maka netizen menggunakan logika yang sama versi masing-masing.

Sebagian bernada menyindir. Namun, ada juga yang terkesan lucu, seperti yang dikicaukan oleh pengguna akun @Cahyadongs. "Kita tidak perlu move on dr mantan. Karena nanti juga sayang lagi #logikapakhakim."

Ada juga yang menulis, "Gak usah capek capek diet, nanti juga gendut lagi hihihi #logikapakhakim," yakni dari pengguna akun @radha_maulidina.

Selain menulis logika sindiran, ada juga foto Parlas dengan disertai tulisan-tulisan sindiran, seperti dari pengguna akun @kataoman_ yang mengunggah foto Parlas dengan tulisan "Ngapain tidur kalau paginya bangun lagi".

Seperti diketahui, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palembang, Parlas Nababan, menolak gugatan pemerintah terkait kasus kebakaran di hutan dan lahan konsesi PT Bumi Mekar Hijau pada tahun 2014.

Parlas menilai bahwa kebakaran tak merusak lahan karena masih bisa ditumbuhi tanaman akasia.

Majelis hakim pun menilai, tanaman akasia turut terbakar sehingga perusahaan itu mengalami kerugian.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X